Wednesday, September 26, 2012

Lyric - Beautiful World (Arumdaun Sesang) OST Thank You


Akhirnya setelah nyari nyari pake OM google akhirnya nemu juga nih.. ini lagu paporit aku.. lagu Beautiful World sering banget di nyanyikan Young Shin ma Bom. 


문득 외롭다 느낄땐 하늘을 봐요 
같은 태양 아래 있어요 우린 하나예요
mundeuk wirotda neuggil ddaen haneureul bwayo
gateun taeyangarae isseoyo urin hanayeyo

마주치는 눈빛으로 만들어가요
나즈막히 함께 불러요 사랑의 노래를
majuchineun nunbicheuro mandeureogayo
najimaghi hamkke bulleoyo sarangui noraereul

작은 가슴 가슴 마다 고운 사랑 모아
우리 함께 만들어봐요 아름다운 세상
jageun gaseum gaseummada goun sarang moa
uri hamkke mandeureogayo areumdaun sesang.

혼자선 이룰 수 없죠 세상 무엇도
마주 잡은 두 손으로 사랑을 키워요
honjaseon irul si eobtjyo sesang mueotdo
majujabeun du soneuro sarangeul kiweoyo

함께 있기에 아름다운 안개꽃처럼
서로를 곱게 감싸줘요 모두 여기 모여
hamkke itgi-e areumdaun angaeggotchorom
seororeul gotge kamssajweoyo modu yeogi moyeo

작은 가슴 가슴 마다 고운 사랑 모아
우리 함께 만들어봐요 아름다운 세상
jageun gaseum gaseummada goun sarang moa
uri hamkke mandeureogayo areumdaun sesang.

작은 가슴 가슴 마다 고운 사랑 모아
우리 함께 만들어봐요 아름다운 세상
chageun gaseum gaseummada goun sarang moa
uri hamkke mandeureogayo areumdaun sesang.

작은 가슴 가슴 마다 고운 사랑 모아
우리 함께 만들어봐요 아름다운 세상
Chageun gaseum gaseummada goun sarang moa
uri hamkke mandeureogayo areumdaun sesang.

샤라랄라랄라랄 샤라랄라랄
샤라랄라랄라라라랄 샤라랄라랄
Syalalalala. syalalalala
Syalalalala. syalalalala

샤라랄라랄라랄 샤라랄라랄
샤라랄라랄라라라랄 샤라랄라랄
Syalalalala. syalalalala
Syalalalala. syalalalala

작은 가슴 가슴 마다 고운 사랑 모아
우리 함께 만들어봐요 아름다운 세상
chageun gaseum gaseummada goun sarang moa
uri hamkke mandeureogayo areumdaun sesang.

샤라랄라랄라랄 샤라랄라랄
샤라랄라랄라라라랄 샤라랄라랄
라랄라랄라랄랄랄
Syalalalala. syalalalala
Syalalalala. syalalalala

Credit : Lyline and Tasya @ Soompi.com

Saturday, September 22, 2012

Sinopsis Thank You Episode 16 (Finale)


Sinopsis Thank You Episode 16 Part 2
=======================================================================
Gi Seo berusaha mencegah Young Shin untuk pergi, namun Young Shin tetap pada pendiriannya. Bom datang dan meminta ibunya untuk segera masuk mobil karena pengatar barang sudah marah2. Sementara Bom masih tak mengerti apa yang terjadi.
Young Shin meminta maaf pada ahjusi pengatar barang dan memintanya untuk mundur terlebih dahulu agar bisa menghindari mobil Gi Seo yang berada didepan. Namun mobilnya pun tak bisa mundur karena mobil keluarga boram ada di belakang.
Young Shin turun dari mobil dan menemui ibu boram. Ibu boram bertanya pada Young Shin, dia mau kemana? Ibunya, ayahnya, kakeknya tinggal dipulau itu, selama dia hidup Young Shin belum pernah kemana mana tetapi kenapa Young Shin mau pergi. Ibu boram dan ibu Tae chang sudah menyiapkan khimchi untuk Young Shin karena mereka dengar Young Shin tak mau makan. Tapi kenapa dia mau pergi. Ibu boram meminta maaf karena selama ini sudah tidak bersikap buruk pada keluarga mereka. ibu boram memohon Young Shin tetap tinggal sambil menangis.
 
Tiba2 anak nenek Song dan ahjusi park datang. Mereka berdua juga memohon agar Young Shin tetep tinggal. Mereka berdua sampai berbering di bawah mobil agar Young Shin tidak bisa pergi. Ahjusi park mengatakan kalau Young Shin mau pergi mereka harus melangkahi mayat mereka. sementar anak nyonya Song sangat menyesal atas sikapnya terhadap kakek. (moment paling mengharukan, semua pada nangis)
Young Shin akhirnya kembali, semua warga membatu menurunkan barang2 Young Shin. sementara itu Young Shin hanya bisa diam terduduk di depan rumahnya. Seok Hyun pun melihatnya dari kejauhan.
Bom berada dirumah nenek Kyung Ja. Bom terlihat sangat senang duduk bersama Yong Joo. Nenek Kyung Ja datang memberikan mereka minum. Nenek Kyung Ja mengatakan dia akan memberitahu mereka berdua sesuatu yang penting.  Nenek Kyung Ja mengatakan dia tahu kalau Bom menyukai Yong Jo dan mereka berencana untuk menikah jika besar nanti. Namun mereka tak bisa melakukan itu karena mereka berdua 1 keluarga. Bom adalah anak Seok Hyun. Mendengar hal itu membuat Yong Joo sangat terkejut tapi tidak dengan Bom. Karena dia sudah sering mendengar kalau dia dan Seok Hyun mirip. Nenek mengatakan bahwa apa yang dia katakan adalah yang sebenarnya. Seok Hyun ayah kandung Bom. Raut wajah Bom langsung berubah.
Seok Hyun datang, ibunya langsung meminta Bom untuk memberi salam pada ayahnya. Seok Hyun menatap Bom yang ingin menangis. 
Seok Hyun langsung mengatakan Bom bukan anaknya. Dia mengatakan bahwa Bom adalah cucunya ibu seok hyun hanya impiannya belaka. Dirinya adalah malaikat penjaga 2nya Bom. Bom menyeka air matanya dan bertanya apa Seok Hyun tidak bohong. Seok Hyun menjawab mana mungkin seorang malaikat berbohong. Perkataan Seok Hyun membuat Bom percaya. Bom lalu mengatakan pada nenek Kyung Ja, bila nenek Kyung Ja ingin dirinya menjadi cucunya, dia akan memperlakukan nenek Kyung Ja sebagai neneknya sendiri. Ibu Seok Hyun terlihat berkaca2.
Seok Hyun masuk kekamarnya diikuti ibunya. Ibu Seok Hyun tak mengerti apa yang dilakukan Seok Hyun. Disaat ibu Seok Hyun sudha mengakui Bom kenapa Seok Hyun malah tidak mengakuinya. Seok Hyun merasa tidak pantas mengaku sebagai ayah Bom setelah selama 8 tahun tidak berbuat apa2 untuk Bom. Dia tidak pantas untuk menjadi ayah Bom. Bahkan ketika dia ingin mereka sudah terlambat. Namun ibunya tetap bersikeras mengakui kalau Bom adalah cucunya. Namun Seok Hyun meminta pada ibunya untuk mendahulukan kebahagiaan Bom dan Young Shin.
Young Shin masih duduk terdiam didepan rumahnya,  Gi Seo lalu mengatakan dia ingin makan. Young Shin bangkit dari duduknya dan ingin membuatkan makan. Young Shin terhuyung hampir pingsan, Gi Seo yang menawarkan membantu namun ditolak Young Shin. Ibu seok Hyun mengatarkan Bom pulang. Ia mengatakan ingin bicara dengan Gi Seo setelah dia mengatar Bom masuk.
 
Gi Seo keluar dan melihat ibu Seok Hyun sedang berlutut. Dia meminta ibu Seok Hyun bangun namun dia menolak. Akhirnya Gi Seo juga ikut berlutut. Melihat itu akhirnya ibu seok Hyun mau bangun. Ibu Seok Hyun akhirnya menyampaikan permohonannya, dia meminta Gi Seo untuk memberikan kesempatan pada Seok Hyun. Berikan mereka kesempatan untuk berbuat apa yang seharusnya mereka lakukan untuk keluarga Young Shin. ibu Seok Hyun memohon sambil menangis.
Sementara itu Young Shin yang mendengarkan hal itu menangis.
Young Shin menelepon Seok Hyun untuk menemuinya di dermaga. Sesampainya disana Young Shin mengatakn bahwa dia berterimakasih sudah membawa Bom kepada. Melahirkan dan membesarkan Bom telah membuat hidupnya terasa berharga....walaupun Seok Hyun takkan percaya itu. Kalau tidak ada Bom, Young Shin tak tahu hidup seperti apa yang akan dia jalani dan itu semua karena Seok Hyun. Setiap kali melihat Seok Hyun, Young Shin ingin sekali berterimakasih. 
Seok Hyun juga mengatakan bahwa dia juga berterima kasih karena Young Shin mau membesarkan Bom dan mengatakan padanya bahwa ayah Bom adalah orang baik
Yong Shin pulang dan langsung bertanya pada Gi Seo. “ Apakah tidak aneh kalau putriku tidak punya ayah. Dia hanya berbeda, bukan ? Kenyatan bahwa aku orang tua tunggal bukanlah salah, aneh atau perlu dikasihani. Hanya berbeda, bukan ? Itu yang kau ajarkan padaku, bukan ? 
“Benar. Hanya berbeda. Seperti orang yang mata kirinya lebih kecil, Orang yang lebih tinggi. Orang yang kelingkingnya lebih besar daripada jempolnya” jawab Gi Seo. Mereka berdua tersenyum.

1 tahun kemudian
Jong Kook kembali ke pulau biru dan memeriksakan matanya yang tidak bisa mengeluarkan air mata. Nyonya Song yang melihat fotonya. Dia mengatakan yang asli lebih bagus dari yang di foto.
Joong Kok kembali melihat foto yang diambil 1 tahun lalu ketika kakek masih hidup. Dia heran karena terdapat foto bom bersama kakek padahal dia hanya memprotet Bom seorang diri. Dia merasa bahwa itu hantunya kakek. Nonya Song mulai menangis karena dia kangen dengan kakek. Dia heran melihat nenek, suster park dan dokter Oh yang malah tidak takut melihat foto itu. Tiba2 dia menangis. Dokter Oh kaget ternyata kakaknya sekarang sudah bisa menangis. (hahah aneh banget masak iya ada penyakit yang gak bisa nangis. Hehe)
Young Shin dan Bom hidup dengan bahagia. mereka saling suap menyuapi dengan bermain batu gunting kertas. Mereka juga pergi ke pantai untuk bermain. 

Lyric Lagu  Beautiful World by Young Shin dan Bom (backsound) download
Setiap kau merasa sepi
Lihatlah kelangit
Kita dibawah matahari yang sama
Dan kita adalah satu
Saling memandang
Kita pergi bersama
menyanyikan lagu
Lagu cinta
Hati kecil, hati kecil
Semua menyatu
Kita pergi bersama
di diunia yang indah ini
Tertawa bersama
Semua didunia ini
kita saling berpegangan tangan
Membentuk cinta
Rasa yang kita rasakan
Seperti bunga
Saling menyayangi
Dan kita adalah satu
Hati kecil, hati kecil.
Bersama-sama.
Kita pergi bersama.
Di dunia yang indah ini.
Ketika mereka sedang bermain, ternyata Gi Seo datang dan melihat mereka. Bom dan Young shin senang dengan kedatangan Gi Seo.

Young Shin: Kau percaya pada keajaiban
Gi Seo: Keajaiban?
Young Shin: Ya, keajaiban.
Gi Seo: entahlah
Young Shin: kau tak percaya ?
Gi Seo: Entahlah, Kau percaya kepada keajaiban ?
Young Shin: Ya.
Gi Seo: Aku juga. Lee Young Shin dan Bom… adalah keajaibanku

Kalau aku adalah keajaibanmu, itu karena kau tersentuh keajaibanku. Buatmu, Terimakasih
 =======================================================================
akhirnya kelar juga ya.. mungkin hampir 2 tahunan sinop ini baru selesai. spesial thank to teh ai, yang membantuku membuat sinop ini.. thank to para reader yang setia menanti.

Drama yang membuat aku sangat terkesan dengan semua karakter yang ada didalamnya. sungguh benar2 menyentuh. walau diending kita tak mendapati Young Shin dan Gi Seo menikah. namun kalau aku pikir inilah yang terbaik bagi semua...

Thank You semuanya.

Written by Kim Da Rie ( Twitter
DO NOT REPOST TO OTHER SITE/FP !!!

Friday, September 21, 2012

Sinopsis Thank You Episode 15


Sinopsis Thank You Episode 15 dibagi 2. yang Part 1 dibuat teh Ai sedangkan Part 2 dibuat aku. Siap2 tisu untuk episode yang 1 ini. Aku aja sampe ngabisin banyak tisu.. hahaha.  bener2 menanti detik2 kematian kakek. Untuk Part 1 baca disini Sinopsis Thank You Episode 15 Part 1
========================================================================
Young Shin dan Gi Seo pulang dari rumah pasien setelah mereka membereskan semua pekerjaan rumah. Saat dijalan Young Shin mendapat SMS dari Seok Hyun, dia mengabarkan bahwa Dia ingin mengembalikan Bom tadi Young Shin tak ada dirumah, makanya Bom ikut dirinya. Seok Hyun meminta Young Shin untuk meneleponnya.
Gi Seo berhenti di pinggir jalan dan mengajak Young Shin berjalan2 ditepi pantai. Gi Seo berusaha menggandeng Young Shin, awalnya dia terkejut namun diapun tidak menolaknya. Mereka berdua berjalan disepanjang tepi pantai sambil bergandengan..
Young Shin dan Gi Seo duduk ditepi pantai sambil menikmati pemandangan pantai sore hari. Young Shin berteriak menyapa orang2 yang telah meninggal, nenek, ayah dan ibunya. Young Shin bertanya apa Gi Seo tak mau menyapa alhmarhum pacarnya. Raut wajah Gi Seo berubah. Young Shin berkata walapun dia sudah meninggal, Gi Seo tak boleh melupakannya. Young Shin menyapa Min Ji dan berterimakasih karena telah memberikan Bom boneka.
Young Shin mengajak Gi Seo pulang, namun Gi Seo tak mau beranjak. Gi Seo berkata “ Dia menitipkan kepadaku permohonan maafnya kepadamu dan Bom. Ini bukan kesalahannya, tapi merasa bersalah dan minta maaf. Hatinya selalu gelisah dan Bom selalu ada dihatinya sampai mati. Youn Shin langsung terdiam “Apa maksudnya, Apa hubungannya penyakit bom dengan mantan pacarmu ? tanya Young Shin.  “Dia seorang dokter, ... temanku itu... tidak tahu akan hal itu... Tapi kalau bukan karena darah itu..Bom mungkin tidak dapat diselamatkan. Maafkan aku... Aku benar-benar minta maaf.” Kata Gi Seo. Mata Young Shin mulai berkaca-kaca, Dia menganggap kebaikan Gi Seo selama ini hanya karena rasa bersalahnya itu sebabnya Gi Seo setiap pada Bom dan berbaik hati pada keluarga mereka. Young Shin pergi meninggalkan Gi Seo. Sedangkan Gi Seo hanya bisa terdiam.
Dalam perjalanan Young shin berpapan dengan Seok Hyun. Seok Hyun hanya melihat Young Shin dari dalam mobil.
Young Shi  tiba di rumah disaat Bom sedang bermain kucing barunya. Young Shin yang melihat boneka yang diberikan Mi Jin didekat Bom langsung mengambilnya dan membuangnya ke laut. Bom yang tak mengerti dengan sikap Young Shin terus saja bertanya mengapa ibunya melakukan itu. Bom hendak mengambilnya, namun Young Shin menghentikan Bom, dia mengatakan akan membelikan lebih banyak. Bom hanya bisa menangis sambil memberontak. Sedangkan Young shin berusaha menenangkan Bom.
Nyonya Song dan Mr. Lee duduk berduaan di tepi pantai. Nyonya Song tidur di pangkuan Mr Lee yang sedang menengadahkan tangannya di wajah Nyonya Song agar tidak kepanasan. Tiba2 ada seorang laki2 memotret mereka. laki2 itu meminta maaf karena mengambil gambar mereka berdua.
Mr Lee memanggil laki2 itu dengan sebutan Hyung. Laki2 itu tentu saja bingung. (hyung sebutan untuk kakak laki2). Mr Lee meminta tolong pada lelaki itu untuk menggantikan posisinya untuk duduk sebagai bantal nyonya Song. Lelaki itu mengatakan akan pergi ke klinik kalau adeknya sudah pulang. Namun Mr Lee tetapi saja menyuruhnya untuk menggantikannya karena dia ingin buang air kecil, Mr Lee pergi dengan meninggalkan kue coklat ditangan lelaki itu. (lelaki itu kakaknya dokter Oh).
Tak disangka ibu Seok Hyun ternyata juga ada ditepi pantai sambil melihat sepasang suami istri yang sedang suap2an. Ibu Seok Hyun terus mengeluhkan semua perlakuan ayah Seok Hyun yang telah meninggalkannya, padahal sudah banyak pengorbanan sudah dia berikan. Ibu Seok hyun mengatakan dia tak bisa hidup seperti Young Shin yang hidup dengan pengertian dan memaafkan. Ibu Seok Hyun berjalan ke arah laut, namun tiba2 Mr Lee datang dan ingin ikut dengannya. Ibu Seok Hyun melarang Mr.Lee karena bila dia ikut, Mr. Lee akan mati. Namun Mr Lee tetap saja bersikeras, akhirnya mereka berdua saling dorong2an. Mr Lee terjatuh ke laut dan tak bergerak.
Gi Seo pulang dan meilhat Bom sedang mencuci bonekanya. Gi Seo bertanya apa yang terjadi, Bom mengatakan ibunya membuat bonekanya kelaut. Gi Seo lalu bertanya dimana Young Shin. Bom mengatakaan Mr Lee sedang tertidur di klinik makanya ibunya ingin menjemputnya.
Lelaki yang memotret kakek (jong Kook) akhirnya bertemu dengan adiknya diklinik (dokter Oh). Jong kook sangat senang bisa bertemu dengan adiknya. Dr Oh heran kenapa kakaknya ada diklinik bukannya menjadi jaksa di soul. Jong Kook mengatakan bahwa dia sudah tidak menjadi jaksa, dia akan menjadi apa yang dia ingin kan. Joong Kook juga mengatakan pada Dr. Oh untuk meninggalkan profesinya. (oohh ternyata awalnya juga Dr. Oh gak pingin jadi dokter, dipaksa ortu). Namun Dr Oh menolak, karena dia baru sadar kondisi inilah yang dila inginkan. Gi Seo datang tergesa2 dan bertanya apa yang terjadi dengan kakek. Dr Oh mengatakan kakek jatuh kelaut dan pingsan. Namun kondisinya sudah baik-baik saja.
Gi Seo masuk ke ruang kakek dan memeriksanya. Denyut nadinya dan tekanan darahnya normal. Kakek mulai sadar dan langsung meminta Gi Seo untuk membelikannya kue coklat.
Ibu Seok Hyun sedang berdoa ketika Seok Hyun masuk kekamarnya. Ibu Seok Hyun meminta Seok Hyun untuk menjadi ketua perkabungan untuk Mr Lee. Berapapun harganya dia akan membayarnya. Seok Hyun tak mengerti apa yang dikatakan ibunya. Ibu Seok Hyun, kakek itu akan pegi untuk selamanya. Kakek itu menggantikan dirinya dan memberikannya kesempatan. (hahah ibunya Seok Hyun mulai ngawur ngomongnya, sepertinya emng ibunya dah kerasa kalau Mr Lee mau meninggal).
Gi Seo akhirnya membelikan kakek 100 bungkus kue coklat. Kakek lalu berjalan mengelilingi kampung diikuti Gi Seo dan Young Shin. kakek terus saja meminta mereka berdua untuk mengikutinya.
Keesokkan harinya, anak Nyonya Song, ibu boram, Tae Chang, dokter Oh dan ahjusi Park mendapatkan kue coklat yang diberikan di depan rumah mereka.  mereka heran mengapa kue coklat ada didepan rumah mereka.
Begitu juga dengan Seok Hyun dan Gi Seo. Mereka mendapatakan 1 kue coklat. (Seok Hyun udah ngerasa itu dari kakek dan yang dikatakan ibunya mungkin benar. Sedangkan Gi Seo juga udah ngerasa kakek mau pergi untuk selamanya.)
Bom mendatangi ibunya yang sedang sikat gigi dan mengatakan Mr Lee tidak mau bangun walaupun dia sudah membangunkannya. Young Shin meminta Bom melakukannya lagi, tapi Bom tetap bersikeras kalau kakek tidak mau bangun walaupun dia sudah mencipratinya dengan hari. Mata Young Shin mulai berkaca-kaca.
 
Young Shin berusaha berdiri namun dia tak kuasa untuk berdiri dan terhuyung lemas hingga hampir jatuh. Bom yang tak mengerti membantu Young Shin berdiri. Gi Seo keluar dari kamarnya dengan tergesa2 dan melihat Young Shin yang diam terpaku. Dia langsung masuk kerumah untuk memeriksa kakek.
Setelah memeriksa kakek. Gi Seo keluar, tubuhnya lemas. Young Shin yang melihat ekspresi wajah Gi Seo sepertinya tahu kalau kakeknya telah tiada.
Gi Seo mendekati Young Shin dan memeluknya. Tak satu katapun yang keluar dari mulut Gi Seo. Young Shin mulai menangis, sedangkan Bom masih tak mengerti apa yang telah terjadi.

Written by Kim Da Rie ( Twitter )
DO NOT REPOST TO OTHER SITE/FP !!!
  

Wednesday, September 19, 2012

Sinopsis Thank You Episode 14

Gi Seo pergi berdoa untuk kesembuhan Young Shin hingga pagi, tiba2 dia mendengar suara Young Shin yang seakan memanggilnya.
Young Shin mulai membuka matanya sambil memanggil Gi Seo, namun yang pertama dia lihat malah Seok Hyun. “Terima kasih karena telah bertahan hidup” kata Seok Hyun lalu menciumnya. Tanpa diduga, Gi Seo melihatnya.
Ambulan dari kota datang membawa Young Shin. Young Shin terlihat sangat mengkhawatirkan Bom dan kakek, namun suster Park mengatakan dia akan menjaga mereka. Young Shin dimasukkan keambulan, salah satu dari petugas bertanya siapa walinya. Seok Hyun yang juga ada disitu ingin menjawab namun kedahuluan oleh Gi Seo.
Dalam perjalanan kerumah sakit, kondisi Young Shin cukup stabil. Namun karena mobil yang melaju kencang dan melewati polisi tidur, kondisi diterguncang dan membuat Young Shin kembali pendarahan. Kondisi Young Shin tak terkendali, napasnya mulai tak teratur. Gi Seo berusaha tenang dan melakukan segala cara untuk menyelamatkan Young Shin. Gi Seo meminta Young Shin untuk dapat bernapas dengan teratur agar bisa bertahan hingga tiba dirumah sakit.
Seok Hyun pergi kerumah Young Shin, dia melihat Bom sedang tertidur dan kakek bermain sendiri. Kondisi mereka sangat memprihatinkan.
Shim shim bercerita pada nenek Kyung Ja jika Seok Hyun mendonorkan darahnya untuk Young Shin, namun nenek tak percaya karena yang dia ketahui Seok Hyun ada di Seoul.
Tiba2 Seok Hyun datang membaca Bom dan Mr. Lee. Nenek Kyung Ja sangat terkejut melihat mereka datang.
Seok Hyun menidurkan Bom dikamar. Ibunya datang dan bertanya apa yang dilakukan Seok Hyun. Bagaimana bisa dia membawa bocah penderita AIDS dan kakek pikun (Mr Lee) kerumah mereka. ibu Seok Hyun marah2 sambil memukulnya.
Seok Hyun menarik ibunya keluar dan masuk kekamar mandi. Seok Hyun mengatakan Bom bukan penderita AIDS tapi dia adalah cucunya. Ibunya mengetahuinya semenjak Young Shin menggandung. Young Shin dipindahkan kerumah sakit kota dan dia akan kesana. Jadi Seok Hyun meminta ibunya untuk menjaga Bom dan kakek. Ibu Seok hyun tetap saja menolak, dia bertanya kenapa dia harus melakukan itu, Seok Hyun menjawab karena Bom adalah cucunya dan mereka adalah keluarga. Ibu Seok Hyun terus saja menolak, dan menyangkal kalau Bom cucunya. Dia tidak sudi menjaga mereka. Seok Hyun yang tak tahan, akhirnya pergi.
Gi Seo mengatar Young Shin masuk keruang operasi. Gi Seo bertanya apa Young Shin ingin dia masuk juga. Namun Young Shin menggeleng.
Mr Lee berhasil membuat menara kue coklat, Shim shim yang menemani kakek memujinya. Nenek Kyung Ja melihat shim Shim dengan pandangan tajam, Shim shim pun langsung berkata bahwa Dia sudah memanggil suster Park So Ran namun sepertinya dia sedang pergi. Mr Lee menawarkan kue coklat pada nenek Kyung Ja. “Anda mau kue coklat, budha? Tanya Mr Lee. “siapa yang Budha, siapa? Aku halleluya, amen amen” teriak nenek Kyung Ja. (wkwk ngakak ibunya Seok Hyun bilang gitu, dan kata2 yang selalu Mr Lee bilang itu Seok Hyun adalah Seok Hyun, Seok Hyun teman Young Shin)
Nenek Kyung Ja masuk kamar dan melihat Bom tidur. Dia terus mengeluh kenapa Bom tidur terus padahal matahari sudah tinggi. Dia pun mengatakan Keluarga mereka tidak punya kebiasaan seperti itu.
Ibu Seok Hyun menelepon Eun Hee dan bertanya apa ada masalah dengan hubungan Eun Hee dan Seok Hyun. Eun Hee pun mengatakan yang sejujurnya, dia mengatakan bahwa dia sudah mengatakan yang sebenarnya pada Seok Hyun kalau dia tidak hamil, Eun Hee meminta Seok Hyun kembali pada Young Shin. Eun Hee pun dari awal sudah merasa kalau ada orang lain dihati Seok Hyun. Ibu Seok Hyun tak mengerti kenapa Eun Hee melakukan itu, karena dia tahu eun Hee mencintai Seok Hyun. Eun Hee meminta Ibu Seok Hyun menolong seok Hyun agar mereka bisa bahagia.
Ibu Seok Hyun kembali melihat Bom yang masih tertidur. “Aizz.. kenapa bocah ini masih tidur, lihat ini kotor sekali, mungkin kalau ada monyet yang meilhatnya, pasti monyet itu mengira dia saudaranya, kau ini seperti pengemis saja” kata Ibu Seok Hyun sambil membuka mantel Bom. (wkwkkw dengar itu aku ngagak).
Seok Hyun pergi ke rumah sakit pusat, dia menunggui operasi Young Shin bersama Gi Seo. Seok Hyun memulai percakapan. “Ku pikir ada sesuatu yang sangat hebat, bukan cinta, bukan wanita, bukan keluarga dan bukan anak, kupikir ada hal lain yang lebih penting. Aku ingin mulai lagi sejak aku mulai saalah jalan pertama kali, kalau belum terlambat........” kata2 Seok Hyun terpotong dengan kata2 Gi Seo. “Kau sudah terlambat” kata Gi Seo. “Karena aku telah tenggelam sebelum kau datang, aku tak dapat keluar, pergi atau kembali” kata Gi Seo.
Tiba2 dokter keluar dan mengatakan operasi telah berjalan dengan baik. Mereka berdua telihat lega. “Kau pernah tanya apa arti Young Shin dan Bom bagiku kan? Tanya Gi Seo tiba2. “Mereka adalah keajaiban, aku bagaikan lumpur, seseorang telah memberikanku keajaiban” kata Gi Seo. Seok Hyun yang mendengarnya hanya bisa terduduk lemas.
Gi Seo masuk ke ruang ICU dan melihat kondisi Young Shin pasca operasi. “Kau hebat, bukalah matamu hari ini, sehingga kau bisa makan dan segera pulang, Bom dan kakek menunggumu” kata Gi Seo sambil memegang tangan Young Shin.
Bom akhirnya bangun dan kaget melihat sekitarnya. “Kenapa aku disini?” gumannya. Dia semakin kaget meihat dirinya tidak memakai mantel ajaibnya. Bom keluar dan melihat disekeliling rumah. Namun yang hanya ia lihat adalah Mr Lee. Bom ingin membangunkannya (pakai tangan) namun karena dia tidak pakai mantel, akhirnya Bom mengambil pukulan nyamuk untuk membangunkan Mr Lee. “Kakek kenapa kita ada dirumah Yong Joo oppa? Apa kakek tahu mantel ajaibku” tanya Bom. “aku tidak tahu, aku tidak memakannya” kata Mr Lee kembali tidur.
Ibu seok Hyun masuk ke dalam rumah. Bom tanya dimana mantelnya, namun ibu seok hyun mengatakan kalau dia sudah membakarnya. Bom terlihat sangat kecewa. Ibu Seok Hyun mendekat dan ingin memandikan Bom. Namun Bom malah menghindar “Jangan sentuh aku” kata Bom. “Hei kau ini kenapa sok jual mahal, apa tubuhmu itu terbuat dari emas” kata ibu Seok Hyun. Bom mengatakan kalau dia memegangnya maka dia akan tertular AIDS karena dia tidak memakai mantel ajaibnya. Ibu Seok Hyun hanya terdiam dan menahan tangisnya.
Ibu Seok Hyun membaca brosur tentang AIDS yang dibagikan dokter Oh, dia membacanya dengan seksama.
Sementara itu, Bom terus saja membangunkan Mr.Lee namun tak kunjung bangun. Dia ingin pulang karena dia lapar.
Young Shin akhirnya sadar dan melihat Gi Seo ada disampingnya sambil memegang tangannya. Gi Seo memeriksa infus dan detak jantung Young Shin. Gi Seo mengatakan ada yang aneh, karena detak jantung Young Shin meningkat. dia bertanya apa itu karena dia memegang tangan Young Shin. Tapi karena dia benda mati, berarti itu bukan dia.
Gi Seo meminta Young Shin memegang denyut nadinya, dia meminta Young Shin merasakannya. Gi Seo mengatakan bahwa denyut jantungnya berdetak 10 kali lebih cepat dari normalnya. (ckckk, ulah Gi Seo bikin senyam senyum)
Gi Seo mengatakan dia akan melanjutkan hidupnya, tapi melatih kesabaran, merubah diri dan mencoba bertahan bukanlah keahliaannya. Dia meminta Young Shin untuk mengijinkannya untuk menjadi pria idaman Young Shin.
Bom menelepon Seok Hyun. Dia bercerita kalau nenek Kyung Ja telah membakar mantelnya, dia takut orang2 akan tertular AIDSnya. Seok Hyun mengatakan akan kembali dan membawakannya mantel ajaib lagi.
Young shin menangis mendengar perkataan Gi Seo. Gi Seo meminta Young Shin untuk tidak menangis, karena kalau orang lihat, dia akan dituduh memukulnya. Young Shin berkata untuk tidak melakukan itu, dia tak pantas untuk Gi Seo. Young Shin terus saja mengatakan hal itu dan membuat Gi Seo menutup mulut Young Shin dengan menciumnya. (hehe cie..)
Ibu Seok Hyun terus saja membujuk Bom untuk mandi, sedangkan Bom terus saja menghindar. Ibu Seok Hyun mengatakan mandi bersama tidak akan membuat dia tertular. Young Shin juga memandikan Bom dan Young Shin tidak tertular. Seok Hyun dan Gi Seo juga mengatakan hal yang sama bahkan dokter Oh juga. Bom bertanya apa nenek yakin dengan hal itu. Nenek Kyung Ja mengatakan kenapa dia harus tak yakin kalau semua orang mengatakan hal itu.

Bom akhirnya setuju, dia melihat bathtub yang penuh dengan mawar dan busa. Bom sangat terkesan, karena itu sama persis dengan yang ada ditelevisi. Nenek Kyung Ja meminta Bom masuk Bathtub, namun dia ragu karena nenek juga akan masuk. Dia takut nenek tertular, namun nenek meyakinkan dia tak akan tertular.
Bom bertanya apakah nenek marah ketika orang2 mengatakan mereka mirip, nenek Kyung Ja mengiyakan. Namun Bom mengatakan dia tidak marah karena dia merasa nenek Kyung Ja itu baik hati. Walapun Bom lebih suka wajah yang cantik, namun dia lebih berharap punya wajah mirip nenek Kyung Ja. Nenek Kyung Ja merasa tersentuh dan berkata bagaimana dia bisa disebut orang baik. Nenek Kyung ja memeluk Bom sambil menangis. Dia berkata akan bertanggung jawab atas semua pengobatan Bom, walapun dia harus berhadapan dengan AIDS, dia akan menyembuhkan Bom dan dia tak akan menyerah. Bom yang mendengar itu juga menangis.
Tanpa diduga, Seok Hyun yang datang membawa mantel baru untuk Bom mendengar semua percakapan Bom dan ibunya juga sambil menangis. (bikin mewek scene ini..arrgghh).
Gi Seo masuk kekamar Young Shin namun dia tak menemukan Young Shin di kamarnya, dia bertanya pada salah satu penghuni kamar kemana Young Shin. penghuni kamar mengatakan kalau Young Shin sedang keramas dikamar mandi. Gi Seo masuk kekamar mandi dan marah2 pada suster yang mengkeramasinya. Suster mengatakan Young Shin ingin di keramas karena sepertinya rambutnya sudah bau akibat hujan2an. Dia pun sudah mendapatkan ijin dari dokter. Gi Seo lalu meminta agar suster keluar dan dia akan menggantikannya secara diam diam. Gi Seo yang mengkeramasi Young Shin terlihat tersenyum. (ckkck so sweet banget deh.. )

Young Shin akhirnya diperbolehkan pulang dan kembali ke rumahnya. Sapanjang perjalanan Gi Seo terus saja bertanya pada Young Shin, namun jawabannya hanya singkat saja. Gi Seo tanya apa tidak ada yang Young Shin tanyakan padanya. awalnya Young Shin hanya diam saja, namun setelah itu dia mengatakan bahwa makanan yang dibelikan Gi Seo rasanya enak.. (hhaha,, di dalam mobil rasanya mereka berdua canggung banget)
Dari kejauhan, Young Shin melihat Bom melambaikan tulisan menyambut kedatangn ibunya. Sesampainya di halaman rumah Young Shin langsung memeluk Bom.
Bom diantar oleh Seok Hyun. Seok Hyun terlihat senang melihat Young Shin sudah sehat. Young Shin mengatakan dia tahu kalau selama dia dirumah sakit Bom dan kakeknya ada dirumah Seok Hyun. Bom juga mengatakan kalau nenek Kyun Ja membelikan dia pakaian dan akan mencarikan obat AIDS untuknya.
Gi Seo keluar dari mobil dan disambut Bom dengan pelukan. Bom berkata kalau dia sangat kangen pada Gi Seo. Gi Seo memandang Seok Hyun (aaizz.. suasananya gak enak banget, mungkin mata Gi Seo mengisyaratkan Seok Hyun agar cepat pulang, heheh.. dan lebih tepatnya dia puas karena Bom terlihat sangat menyayanginya). Seok Hyun pun pamit pulang.
Sementara itu Mr Lee dan nonya Song berada ditepi pantai sambil main kartu. Nonya song mengajari Mr.Lee bagaimana bermain kartu dengan baik. Tiba2 anaknya nyonya song datang dan mengajaknya pulang.

Bom dan Young Shin melepaskan kekangenan mereka. Bom mencium Young Shin dan berkata bahwa dengan ciuman seperti itu ibunya tidak akan tertular. Young Shin bertanya siapa yang mengatakan itu. Bom menjawab neneknya Yong Joo (nenek Kyung Ja).
Sementara itu dari luar Gi Seo mendengarnya dengan tersenyum, diapun menyusun sepatunya dengan sepatu Bom dan Young Shin.

Seperti biasa Seok Hyun melapiaskan perasaannya dengan bermain basket. Tiba2 ponselnya berdering, ternyata itu telepon dari ibunya Gi Seo (mantan atasannya). Atasannya meminta Seok Hyun untuk kembali karena pegawainya menipunya dan membawa lari uang project. Dia meminta Seok Hyun untuk menolongnya sekali saja.
Seok Hyun akhirnya kembali dan langsung mengadakan rapat, namun tiba2 datang penginvestasi yang merasa tertipu. Mereka ingin perusahaan mengembalikan uang mereka. Seok Hyun memintanya untuk bersabar, namun mereka malah mengobrak abrik seluruh kantor dan terjadilah perkelahian. Akibat menghalangi salah satu investor memukul karyawannya Seok Hyun terluka.

Dokter Oh mengabarkan pada Gi Seo bahwa Seok Hyun mendapat pukulan dibahunya, dan tangannya kena paku. Namun sebelum dia mendapatkan pertolongan dia sudah pergi dari klinik. Young Shin yang melihat Gi Seo sedikit curiga, namun Gi Seo mengisyaratkan bahwa tidak terjadi apa-apa.
Gi Seo pergi kerumah ke klinik dan mengambil obat untuk Seok Hyun. Dokter Oh meminta maaf karena Gi Seo harus melakukan itu. Gi Seo berusaha menemukan Seok Hyun, dia menelepon rumahnya namun Yong Joo bilang pamannya belum pulang, sedangkan ponselnya tidak aktif.
Gi Seo menemukan Seok Hyun di dermaga. Dia langsung meraih tangan Seok Hyun untuk mendapatkan pertolongan namun Seok Hyun menolak. Gi Seo mengatakan kalau Seok Hyun tak mau maka tangannya bisa diamputasi. Mereka berdua pun terlibat percakapan yang serius. 
“ lni bukan jalan yang bisa kau lalui dengan waktu dan kesabaran. Lee Young Shin yang baik hati, cantik namun patut dikasihani...Ini bukan jalan yang bisa kau lalui hanya karena kau mencintainya. Anak dengan AIDS dan kakek pikun bersamanya. Mereka jalani dan menderita bersama. Itu jalan yang harus kau lalui. Kau tak mungkn bisa melaluinya. Perlu waktu 10 tahun bagiku untuk bisa menyadarinya. Kau tahu berapa banyak gunung yang telah kulalui ? Kau takkan bisa melaluinya. Ini bukan tempat untukmu. Menjauhlah “ pinta Seok Hyun. “Aku tidak mau, aku tak mau” kata Gi Seo dengan tegas.
Young Shin menunggu kepulangan Gi Seo dengan gelisah, tiba2 ponselnya berdering dan menganggatnya. “Termasuk aku, bolehkah” kata Gi Seo. Young Sing menoleh dan ternyata Gi Seo ada dibelakangnya. “Bom, Young Shin, kakek,,, termasuk aku, menjadi satu keluarga. Aku ingin menjadi satu keluarga denganmu. Aku ingin menjadi anggota keluargamu” kata Gi Seo. Sedangkan Young shin hanya diam membeku mendengar hal itu.