Friday, August 31, 2012

Sinopsis Thank You Episode 10


Woo, akhirnyakan sinopsis Thank You Episode 10 udah ada, tapi kata teh ai masih dibagi 2.. jadi sabar ya.. nanti di updated lagi..

Monday, August 13, 2012

Sinopsis Thank You Episode 9


I'm baaacckkkkk... setelah beberapa minggu menghilang entah kemana kini kembali dengan lanjutan sinopsis Thank You Episode 9. sebenernya sempet lemes karena aku pikir videonya masih ada di HDE yang is dead ternyata setekah ubek2 timpukan DVD, eh nemu yang udah aku burn. Alhamdulillah Thank You Episode 9 selesai walau memakan banyak waktu. Happy reading..
Young Shin masih tidak percaya akan pertanyaan yang dilontar ibu Bo Ram padanya. dia melihat kearah Bom yang sedang bersama temannya sambil menangis. Bom terlihat sedang mengajari Bo Ram dan Ji Sung pelajaran matematika. Tangisan Young Shin berubah menjadi senyuman setelah melihat Bom yang begitu ceria mengajari teman2nya menyelesaikan soal matematika sambil menyanyi.

Tiba2 ibu Boram datang dan menyuruhnya segera pulang. Boran tak mengerti dengan sikap ibunya. Ibunya menyuruhnya untuk belajar dirumah saja. Begitu juga Ji Sung, dia menarik Ji Suk untuk segera pergi meninggalkan Bom.
Young Shin memanggil Bom dan langsung memeluknya. Young Shin berkata pada Bom bahwa dia akan membuatkan mie potong untuknya. Bom terlihat sangat senang. Namun tiba2 Bom bertanya kenapa sikap ibu Boram begitu aneh. Young Shin terlihat diam saja. Bom langsung berpendapat bahwa mungkin karena nilai Boram tak kunjung membaik. Mereka berduapun pulang bersama. Dalam perjalanan pulang Bom terus saja berceloteh tentang siapa saja yang akan dia beri mie potong. Sambil menatap Bom, Young Shin berkata “ Bom adalah anak yang baik hati, bersemangat dan ramah. Di dunia ini tidak ada malaikat yang sepertimu”.
Tiba2 terdengar teriakan dari dalam rumah. Young Shin dan Bom berlari masuk kedalam rumah dan melihat keadaan Mr Lee (kakek Young Shin). Namun ternyata pintu kamar Mr. Lee terkunci dari luar. Young Shin dan Bom berusaha membukanya dengan tang. Setelah pintu bisa terbuka, Bom melihat Mr. Lee duduk ketakukan di sudut ruangan. Mr Lee berkata bahwa paman Doo Soe yang melakukannya. Bom berdiri dan pergi untuk menemui paman Doo Soe namun Young Shin tak memperbolehkannya.
Ibu Doo Soe berusaha mencegah ibunya yang ingin melihat kondisi Mr. Lee. Doo Seo melarang ibunya pergi menemui Mr. Lee karena dia beranggapan jika Bom terkena AIDS, Young Shin dan Mr. Lee pasti juga terkena. Ibu Doo Seo berkata bahwa itu bukan masalah baginya karena dia telah hidup cukup lama. Doo Seo meminta ibunya untuk tidak berpikir sempit, dia meminta untuk memikirkan anaknya dan cucunya Ji Sun. Dia pun meminta ibunya untuk memberi tahu ayah Ji Sung, agar Ji Sun tidak bermain dengan Bom lagi. Ibu Doo Seo terlihat sangat sedih dengan nasib keluarga Young Shin.
Young Shin, Bom dan Mr Lee membuat adonan mie bersama. Namun Bom terlihat tidak bersemangat. Bom berkata “tidakkah kita seharusnya memberi pelajaran bagi paman Doo Seo”. Young Shin mengatakan bahwa itu tidak perlu karena kakek sudah baik-baik saja. Young Shin meminta Mr Lee untuk mengatakan bahwa dia baik-baik saja pada Bom. Bom pun akhirnya tersenyum dan mereka semua berakhir dengan saling lempar tepung.
Suasana di klinik sangat ramai. Para warga meminta dokter melakukan pemeriksaan pada mereka karena selama ini mereka berdekatan dengan keluarga Young Shin. Dokter menjelaskan bahwa penyakit AIDS tidak menular melakui udara jadi para warga tak perlu khawatir. Namun para warga tetap saja bersikeras agar mereka dites untuk memastikan bahwa mereka tidak tertular. Salah satu ahjuma mengatakan bahwa Young Shin seharusnya ganti rugi karena telah membohongi mereka semua. Namun perawat yang juga teman Young Shin mengatakan bahwa semua ini salahnya. Dia yang menyuruh Young Shin untuk tidak mengatakan itu, karena bila Young Shin melakukan itu Young Shin akan diusir dari pulau itu dan Bom tak akan mempunyai teman. Ahjuma tersebut marah dan mulai menjambak rambutnya. Teman Young Shin memohon pada para warga untuk memaafkan Young Shin karena selama ini Young Shin selalu baik pada mereka bahkan selalu mendahulukan kepentingan mereka daripada kepentingannya sendiri. Sementara itu keluarga Young Shin tengah makan mie potong bersama. Melihat tawa Bom dan Mr Lee, hati Young Shin terasa sangat sakit.
Kabar tentang penyakit yang diderita Bom sudah menyebar hingga ketelinga Eun Hee dan ibunya Hyun Seok. Eun Hee tak percaya Bom menderita AIDS. pembantu rumah Seok Hyun mengatakan bahwa warga ingin mengusirnya dan menyarankan agar Yong Joo juga melakukan pemeriksaan karena Yong Joo selalu bermain dengan Bom. Ibu Seok Hyun mengiyakan. Dia pun bertanya pada pembantunya kemana Seok Hyun pergi dan apakah dia sudah tahu tentang kabar Bom. Dia menjawab bahwa tuan Seok Hyun sudah mendengarnya namun ekspresinya biasa saja. Ibu Seok Hyun terlihat sangat lega. Karena Seok Hyun seharusnya lebih mengkhawatirkan bayi diperut Eun Hee.
Sementara itu Seok Hyun dan Yong Joo bermain basket bersama namun pikiran Seok Hyun tertuju pada kejadian saat hidung Bom berdarah dan katanya pada Young Shin. “Maafkan aku turut campur caramu mendidik anak, tapi kau harus ajarkan Bom dengan benar. Kalau dia sedang kesulitan atau berdarah. Dia harus mau menerima pertolongan orang lain kecuali jika dia sendirian”. Seok Hyun semakin tak fokus bermain, dia berpura2 mengambil bola basket yang terlepas dari tangannya. Sambil terduduk Seok Hyun menangis. Sedangkan Eun Hee melihatnya dari kejauhan.
Keesokan harinya Bom hendak pergi kesekolah. Namun Young Shin membujuk Bom agar tidak kesekolah. Bom heran dengan sikap ibunya, bagaimana bisa seorang ibu malah menyuruh anaknya membolos untuk menemaninya bermain. Bom menyuruh Young Shin masuk kerumah dan dia berlari pergi kesekolah. Young Shin tak bisa mengejar karena Mr. Lee minta makan.
Sepanjang jalan Bom menyapa warga yang berpapasan dengannya namun mereka semua langsung menghindar. Bom heran dengan sikap2 para warga kepadanya. Sesampainya di sekolah, tak ada seorang anakpun pergi kesekolah.
Young Shin memberi makan Mr. Lee. Dia mengatakan bahwa dia akan pergi kesekolah untuk melihat Bom. Dia juga meminta Mr. Lee untuk tidak takut jika pintunya terkunci. Mr. Lee hanya diam yang menandakan dia ngerti apa yang dikatakan Young Shin. namun ketika Young Shin hendak pergi, dengan ragu2 Young Shin meminta 1 permintaan pada Mr. Lee. Young Shin meminta agar mereka bisa pindah dari pulau tersebut dan pergi kekota dimana banyak coklat, mobil dan gedung2. Mr. Lee langsung merespon buruk. Dia membalikkan meja makan yang ada dihadapannya sambil berkata “pergilah sendiri”.
Usai mandi Seok Hyun melihat Yong Joo masih saja bermain game. Dia bertanya kenapa Yong Joo tidak kesekolah. Yong Joo menjawab bahwa nenek melarangnya pergi. Ibu Seok Hyun datang dan mengatakan bahwa mereka harus waspada. Karena bila 1 kelas terkena flu maka semua kelas akan tertular. Seok Hyun mengatakan penyakit AIDS tidak seperti penyakit flu. Ibu Seok Hyun mengatakan Yong Joo akan sekolah sampai keluarga Young Shin pergi dari desa mereka.
Seok Hyun pergi kesekolah ketika Young Shin pun pergi kesekolah melihat Bom. Young Shin sangat sedih melihat Bom yang hanya duduk sendiri dikelas sambil menunggu teman2nya datang. Air matanya tak terbendung ketika Bom mulai bicara sendiri didepan kelas seolah dia adalah seorang guru.
Young Shin segera menghapus air matanya dan menghampiri Bom. Bom kaget kenapa ibunya ada di sekokahnya padahal dia tak lupa membawa tasnya. Young Shin mengajak Bom pulang karena Young Shin lupa mengatakan pada Bom bahwa sekolahnya libur. (Young Shin bohong). Young Shin melanjutkan sekolah libur karena ulang tahun sekolah. Namun Bom mengatakan bahwa ulang tahun sekolah baru saja berlalu 1 bulan yang lalu. Young Shin menjelaskan bahwa ini adalah ulang tahun ke2. Bom pun mengerti dan pulang bersama Young Shin.
Disepanjang jalan Young Shin dan Bom bermain “batu gunting kertas” dengan gembira. Sementara Seok Hyun mengikutinya dari belakang sambil mengendarai mobil.
Dalam perjalanan pulang Bom bertemu dengan boram. Boram menceritakan pada Bom alasan mereka tidak masuk sekolah karena Bom terkena AIDS, oleh sebab itu ibunya melarangnya pergi sekolah begitu juga dengan Tae Sang dan Ji Sung. Bom semakin tak mengerti karena dia beranggapan mereka libur karena sekolah mereka ulang tahun. Ibu Boram langsung mengajak boram pergi. Bum yang masih tak mengerti bertanya pada Young Shin. “Ibu, Aku terkena penyakit apa? AIDS itu apa?. Young Shin hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaan Bum. 
Seok Hyun memanggil Bom dan berkata bahwa dia akan memperlihatkan tipuan tangan seperti yang dijanjikan oleh Yong Joo. Seok Hyun berhasil memukau Bom. Setelah itu Seok Hyun meminta Bom untuk masuk kedalam mobilnya sementara dia akan berbicara dengan ibunya.
Young Shin terhuyung lemas, seolah kakinya tak bisa menyangga tubuhnya lagi. Matanya kini mulai berkaca-kaca. Dia menoleh kearah Seok Hyun dan berkata “Maafkan aku, bisakah kau membantuku?”. Sesampainya di rumah Seok Hyun menelepon temannya di Seoul. Dia meminta temannya untuk mencarikan apartemen untuk Young Shin.
Bom membuka internet dan mencari tahu apa itu AIDS, namun sebelum menemukannya, Young Shin langsung mencabut kabel komputer dan menyuruh Bom tidur. Bom heran kenapa ibunya tiba2 ingin pergi keseoul. Young Shin mengatakan mereka akan pergi ketaman hiburan seperti yang Bom inginkan. Bom terlihat sangat senang.
Keesokan harinya, Seok Hyun membantu Young Shin membawa barang2nya sementara itu Bom pamitan dengan anjingnya. Dia berkata mereka akan kembali. Young Shin memakaikan syal pada kakek dan berkata mereka tidak pindah tapi hanya mengunjungi Young Woo di seoul. Kakekpun mengerti.
Dalam perjalanan ke Seoul, Young Shin terus saja menatap kearah luar dengan mata berkaca2. Usai bercanda dengan Bom, kakek tiba menangis keras. Bom bingung, dia pun ikut2an menangis. Young Shin meminta kakek untuk tidak menangis. Tiba2 mobil Seok Hyun berhenti. Ternyata mobil Gi Seo berada di depan mobil Seok Hyun.
Tak lama beberapa menit, kakek pingsan. Semua penghuni mobil panik. Gi Seo berlari ke mobil Seok Hyun dan memeriksa kakek. Dia meminta Seok Hyun membaringkannya di luar. Gi Seo memberikan CPR pada kakek. Sementara Young Shin menangis, tangannya gementar. Dia mengingat kejadian saat Gi Seo ingin menyelamatkan bibi namun berakhir dengan kematian. Perlahan kakek sadar dan membuka matanya. Young Shin terlihat sangat lega, begitu juga Seok Hyun dan Gi Seo. Bom langsung menggendong ke punggung Gi Seo. “paman kenapa baru datang? Tanya Bom. “Kau mau kemana? Tanya Gi Seo. Ke Seoul jawab Bom. Gi Seo heran kenapa mereka ingin pergi ke kota yang penuh polusi.
Gi Seo menggendok kakek masuk ke mobilnya. Walapun kakek telah sadar, dia harus dibawa ke klinik. Gi Seo menawarkan Young Shin masuk mobilnya namun dia menolak. Begitu pula dengan tawaran Seok Hyun. Young Shin memilih untuk jalan kaki. Setelah beberapa meter Seok Hyun mengendarai mobilnya, dia berhenti dan berkata pada Young Shin, “Memangnya aku ini apa ? Kalau kau mau aku tinggal, aku akan tinggal, Kalau kau mau aku menemanimu, menemani Bom, katakanlah. Akan kuberikan segalanya. Akan kusingkirkan apa saja untuk menemanimu. Kau tak mau aku tinggal?”. Young Shin terus saja diam tanpa sepatah katapun. Seok Hyun yang pun langsung masuk kedalam mobilnya dan pergi.
Di klinik, kakek mendapatkan pengobatan langsung dari Gi Seo. Dia mengatakan jantung kakek beberapa saat berhenti. Tiba2 ada ahjuma2 masuk bersama anaknya yang sakit. Bom yang reflek ingin memegangnya. Namun ahjuma itu langsung mendorong Bom agar Bom tidak memegang anaknya. Perawat yang mengerti suasana itu langsung membawa Bom keluar.
Di luar klinik, Bom bertemu Tae Chang. Tae Chang yang berpapasan dengan Bom langsung takut dan pergi. Bum mulai curiga, “Ibu kenapa semua orang bersikap aneh? Tanya Bom menangis. “Aneh apanya? Ibu tidak melihat ada yang aneh” kata Young Shin.
Tiba2 Gi Seo keluar dan berkata “ ya.. memang aneh” sambil menodai pipi Bom dengan arang. “Ya ampupn kenapa kau dekit sekali, kapan kau terakhir mencuci tangan, apa kau tidak tahu kalau sebelum menyetuh bayi kau harus cuci tangan, pantas saja ibu tadi marah” kata Gi Seo. “He,, ahjuma bagaimana kau mengajari anakmu ini. Kenapa kau selalu terlihat menggelikan”. Bum protes, “ibuku tidak menggelikan. Semua orang mengatakan ibuku cantik”. “tapi bagiku dia tidak hebat, dia tidak cantik” kata Gi Seo. “Tidak, ibuku cantik, ahjusi saja yang jelek” kata Bom bersikeras. “Aku ini tampan, pria paling tampan dikorea” kata Gi Seo percaya diri. “Tidak, ahjusi jelek,” kata Bom. “terserahlah, setidaknya aku lebih kuat darimu.
Kau pulanglah dan bercermin, kalau aku jadi Tae Chang, mungkin aku juga akan lari darimu”. kata Gi Seo lalu pergi. Bom bertanya pada Young Shin kenapa ahjusi itu aneh. Young Shin mengatakan mungkin karena Bom yang aneh sambil mengarahkan cermin ke muka Bom.
Ahjuma yang ada di klinik terus saja ribut karena anaknya. Dokter mengatakan dia harus tenang. Ahjuma itu mulai menyangkut pautkan dengan penyakit Bom karena Bom baru saja maen kerumahnya. Perawat Park mengatakn itu tidak ada hubungannya dengan Bom. Ini semua kesalahannya karena memberikan suntikan yang salah pada bayinya ahjuma. Gi Seo yang mendengar itu langsung memberikan penanganan pada bayi tersebut. Gi Seo mengatakan bayi itu tidak mengidap TBC tetapi lmphacitis sebagai akibat reaksi dari imunisasi TBC. Gi Seo meminta ahjuma itu tenang. Setelah Gi Seo memberikan suntikan, ia mengatakan pada ahjuma itu bahwa penyakit AIDS tidak menular lewat udara. Bila itu terjadi maka semua orang dimuka bumi ini akan mati.
Young Shin memandikan Bom. Bom bertanya kenapa mereka tidak jadi ke Seoul. Young Shin mengatakan bahwa kakek sedang sakit. Bom pun berkata kalau mereka tidak usah ke seoul karena ahjusi sudah kembali. == Bom meminta ibunya untuk berterima kasih padanya karena telah membelanya dan mengatakan ibunya cantik. Young Shin berkata tanpa Bom melakukan itu dia memang cantik. Bom mulai tertawa karena mengingat kata2 Gi Seo yang mengatakan bahwa dia pria tampan se korea. Young Shin berkata mendengar hal itu juga membuat dia ingin muntah. Hahaha. Sementara itu Seok Hyun mengembalikan barang2 Young Shin dengan menaruhnya di depan rumah Young Shin.
Kakek akhirnya dibawa kerumah. Young Shin bertanya bagaimana keadaan kakek. Gi Seo mengatakan bahwa dia akan melihat kondisinya beberapa hari lagi. Dia berkata kamarnya belum disewa orang lain kan?? Karena dia terlihat sangat lelah.
Di luar rumah, Gi Seo terdiam sambil menatap langit. Young Shin keluar dan berterima kasih padanya. “Apa kau baik2 saja? Kau tahu betapa aku khawatir, aku mencintamu, karena itulah aku kembali, aku benar2 merindukanmu” kata Gi Seo. Young Shin terlihat bingung dan mulai GR
Gi Seo berjalan mendekati Young Shin. “kau tidak ke kowtow, Young Shin, aku ayahmu” kata Gi Seo meledek. (hahah jadi keinget pas Young Shin mabuk, Young Shin nganggep Gi Seo bapaknya). Young Shin yang sangat malu langsung masuk kedalam rumah.
Bom masih memikirkan apa yang dimaksud dengan AIDS. saat Young Shin tertidur dia berusaha mencarinya lewat internet. Keeseokan harinya, Young Shin terbangun dengan keringat dingin yang membasahi dahinya. Young Shin merasa demam. Tiba2 dia melihat kertas yang ada di atas bantal. Young Shin langsung pucat.
Young Shin keluar rumah sambil terhuyung memanggil Bom. Gi Seo yang sedang lari pagi melihat Young Shin yang kebingungan. “Ada apa? Tanya Gi Seo. “Bom menghilang” jawab Young Shin.
Young Shin kembali mencari Bom dan terjatuh lemas. Gi Seo membaca surat yang ada di tangan Young Shin.
“Ibu hiduplah bahagia dengan Mr. Lee. Tak perlu mencariku. Selamat tinggal. Bom”

Waduw kira2 Bom kemana ya.. nantikan episode berikutnya hanya di uphnie gallery dan cikungora.



Don't Repost in Other Site