Thursday, April 26, 2012

Rooftop Prince - Episode 12 Preview

Wow.. this is make me crazy.. gila gila tu sena.. sebeeeeeeeeeelll... kasian Park Ha di ep 11 di banyak nangis. karena aku belum ntn. jadi gak bisa ngasih cap. coba baca di dramabeans atau di official FBnya.
Yang makin aku penasaran itu di episode 12. Ah. bener2 malam rabu kamis itu waktunya galau. gara2 RTP, EM ma K2H.
Nah aku datap preview episode 12. Lee Gak dan sena sedang mencoba baju pertunangan.
Hong Sena: Bagaimana penampilanku? 
Lee Gak: Cantik.
Arrhg.. disini aku bener2 pingin bejek2 si Chunie.. teganya dia. arrgghh.. tapi katanya si dia sengaja untuk membuat skenario pernikahan ma sena sama persis seperti dimasa joseon untuk menemukan pembunuh putri. klo dimasa modern apa Tae Mu ya...

Nenek marah dengan Lee Gak karena telah pergi begitu saja ditengah acara perjanjian penandatanganan kontrak setelah menerima telepon dari Man Bo. Man Bo memberitahu kalau Park Ha dalam bahaya. karena terjebak didalam kebakaran. 

Meskipun acara penandatanganan kontrak gagal, Tae Mu meminta nenek memberikan Lee Gak kesempatan kedua. (aahhh,, nyari muka aja elu)
Nah mungkin karena ulah Lee Gak yang mangkir dari penandatanganan kontrak, membuat posisi Lee Gak diperusahaan terancam.

Pyo Tae Sik: Tae Mu dan sekutunya mungkin mencoba untuk menendangmu keluar dari perusahaan. 
Lee Gak: Aku akan memberikan yang terbaik. Tolong beri aku kesempatan lagi. 
Pyo Tae Sik: Kesempatan lain? Tidak ada kesempatan kedua. 
Tuan Bang (sekretaris Tae Mu) : Ini seperti bagaimana tuan harapkan. 
Yong Tae Mu: Tn Bang. Terserah kepadamu bagaimana cara menyelesaikan masalah ini. 
disini Tae Mu tu bener2 marah. dendam kesumat lah kau dengan sena.. tar kau bunuh aja dia. hahah bikin cerita sendiri.
Tae Mu pergi kerumah ibu Park Ha. dan menemukan foto masa kecil Park Ha bersama Ayahnya.
Ibu Park Ha : Ini adalah foto anak-anakku. Dan gadis kecil ini adalah Park Ha.
Tae Mu sangat terkejut melihat foto ayah Park Ha. karena foto ayah Park Ha mirip dengan foto keluarga presdir Jang. Wow, disini mungkin Tae Mu tahu hubungan Park Ha dan Sena.
Tae Mu menemui Sena.
Tae Mu : Jadi Park Ha adalah adikmu? Kenapa kau berbohong dengan masalah itu?
Lee Gak pergi ke tempat bagian Park Ha bekerja.
Lee Gak : dimana Park Ha.
Teman kerja Park Ha : Hari ini dia menyerahkan surat pengunduran dirinya dan pergi
Sementara itu Park Ha sedang pergi menuju kesuatu tempat. Aduuuhh,,lihat Park Ha sepeti itu rasanya gak tega banget, disisi lain dia mencintai Lee Gak. tapi disisi lain dia tahu takdir sena dan Lee Gak. Dia pun tahu kenapa Lee Gak terlempar ke abad 21.
Lee Gak menemui Park Ha di rumah atap.
Lee Gak : Mengapa kau membuatku seperti ini? mengapa?
Ketika Park Ha hendak pergi, Lee Gak Mencium Park Ha..WWWWOOOOO DAEBAK.. bikin jantung copot...

Aku bener2 gak sabr buat donwload.. tapi apa daya..inet gak sampe.. semoga cepet segera download,, hahah.. untuk sekarang harus puas hanya dengan membaca sinop di official fb RTP aja..


source : Asian-drama and Soompi

Wednesday, April 25, 2012

Rooftop Prince - Chibi Funny Part 2

Nah waktunya bagi2 chibi chibi rooftop prince. untuk kali ini capture sendiri dari videonya jadi maaf bila gak terlalu jelas. suka banget kao SBS mbuat comic drama mereka..lucu banget.




Tuesday, April 24, 2012

Rooftop Prince - Episode 11 Preview

Emm, aku gak bisa nahan penasaran bagaimana kelanjutan Rooftop Prince selanjutnya. ais..bener2 menganggu jadi gak konsen buat tesis. haha #abaikan. sejak minggu lalu ubek2 youtube siapa tahu ada previewnya tapi ternyata gak ada. tapi pas mau update equator man episode 8 tadi, gak sengaja ngubek2 6002sky, eh ternyata udah updated videonya plus sub eng nya. 

Mungkin aku kudu ngasih ending episode 10 dulu kali ya,biar gak bingung. diending ep 10, Park Ha gak sengaja mengirim text pesan pada Lee Gak/ Tae Yong dengan tulisan "AKU MENYUKAIMU, AKU MENCINTAIMU".

Nah diepisode ini, Park Ha dan Lee Gak bicara serius. gak tahu mereka bicara apa. yang jelas, ketika Park Ha hendak pergi Lee GAk berkata "Jangan menyukaiku"..Aaaaaargggh,, Lee Gak kau membuat hati Park Ha hancur.
Lee Gak dan Sena menemui nenek. mereka membicarakan rencana pernikahan mereka. Sena terlihat sangat senang begitu juga nenek dan bibi Wang. AAaaaaaissss.. pingin jambak Sena.
 
Mendengar rencana pernikahan Sena. Tae Moo sangat marah pada Sena. "Kau pikir kau siapa sehingga berpikir untuk menikah?" teriak Tae Moo.
 Dengan marah Tae Moo mendatangi Tae Yong.
Tae Moo : "kau punya rencana lain?
Tae Yong : "Tunggu dan lihat saja nanti"
Lee Gak menemukan ponsel Tae Yong, dia pergi ke servise center untuk mendapatkan pasword ponsel Tae Yong. Lee Gak menemui Park Ha untuk memberi tahu apa yang dia temukan di ponsel Tae Young.
Park Ha : "17 Februari"
Lee Gak : Tae Yong tidak menemui saat itu karena dia telah meninggal.
Park Ha terkejut.
Dissat Chi San dan teman2 yang lain sedang menyiapkan barbeque party, perut Chi San mendadak sakit. Man Boo dan Yong Sul tak tahu apa yang harus dilakukan. tiba2 Sena datang dan membawa Chi San kerumah sakit. Sena lagi Sena lagi.. bikin bete..
Lee Gak segera pergi ke rumah sakit untuk menemui Chi San. namun ketika Chi San masih diperiksa Lee Gak berbincang dengan Sena. pada waktu yang sama Park Ha melihat Lee Gak tengah bersama Sena.
Yong Sul : Dia tidak akan mati kan? ~~~~~~~~~
Lee Gak : Aku hanya pergi sebentar untuk menemuinya (Park Ha)
Sena : Kau mengatakan itu bukan apa-apa, tetapi ini menggangguku.
Park Ha melihat mereka berdua dengan mata berkaca-kaca.. heah aku rasa ini episode yang sedih untuk Park Ha.

Lee Gak mendapatkan telepon. Dia langsung pergi mencari Park Ha dipemberhentian bis, namun dia tak melihatnya.

Park Ha : Tidak bisahkan ikan dan aquarium tinggal bersama?
 Park Ha terduduk di depan rumah dengan sedih
Lee Gak menemukan Park Ha tengah duduk di depan rumah
 
 Lee Gak : Park Ha. kau harus bertanggung Jawab

Wowo tanggung jawab apaan nih.. tanggung jawab karena telah mencuri hatimu atau karena Chisan masuk rumah sakit..OMG penasaran #megap2
[NB] :
Previewnya emng dibolak balik chingu,, jadi hanya cut cut aj,, jadi untuk melihat lengkapnya, tunggu tar malam,, hehhe

credit video : 6002sky

Sinopsis Equator Man Episode 8

Wow gak nyangka juga kalau di episode ini Ji Won nyium si Sun Wo. heheh tapi mian ya aku sensor, takut ada anak kecil yang baca ckckc #lirikdira. Cerita drama ini makin seru apalagi kalau yang udah nonton episode 10. emmm,, cuma aku sempet mikir kenapa perubahan antara teenager ke dewasanya gak pas episode 10 aja ya.. karena itu lebih masuk akal. dimana di episode 10 Sun Woo pergi ke amerika trus kembali dengan kesuksesan dan matanya pun tidak buta lagi. wow makin menarik kan. ohya mian ma anis karena sinop telat. hahah.. lagi berpaling ke rooftop prince. ceritanya lagi puncak2nya sih hehehe,,
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Sinopsis Equator Man episode 8 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Presdir Jin membuka pintu dan melihat Sun Woo sudah ada didepan. Ia lalu membiarkan Sun Woo masuk ke kamar hotelnya. Presdir Jin berbaring dan Sun Woo mulai memijatnya. Sun Woo menjelaskan bahwa dia sedikit tidak telaten jadi bila dia memijatnya terlalu keras, Sun Woo meminta presdir untuk mengatakannya. Sun Woo memuji suara Presdir Jin sangat bagus dan ia sepertinya mengenali suara presdir Jin. Presdir Jin terdiam, ia lalu bercerita tentang anaknya yang meninggal dua tahun lalu. Dia bertanya kenapa Sun Woo buta dan Sun Woo menjawab bahwa dia jatuh dari tebing. Sun Woo juga mengatakan bahwa orang tuanya meninggal ketika ia masih kecil.
Setelah memijat, Sun Woo bersiap-siap untuk pergi. Presdir Jin memberi Sun Woo uang untuk menunjukkan rasa terima kasihnya namun Sun woo menolak. Presdir Jin meminta maaf karena ia tidak dapat yang banyak membantu. Ucapan Presdir Jin membuat Sun Woo mengingat kalimat 2 tahun lalu disaat ia meminta bantuan ke presdir Jintentang kematian ayahnya. Sun Woo mencoba untuk menanyakan nama Presdir Jin, tetapi presdir menolak memberitahu karena ia merasa tak pantas karena telah mendapatkan pijat gratis dari Sun Woo. Sun Woo lalu pergi.
Sun Woo pergi menemui seorang pelayan hotel untuk meminta bantuannya. Dia mengatakan padanya untuk melihatkan seperti apa pria yang berada di kamar 902. Pelayan hotel melihat presdir Jin ketika presir tengah keluar dari kamarnya. Pelayan hotel menjelaskan pada Sun Woo bahwa Presdir Jin adalah orang kaya yang terlihat dari pakaiannya. Pelayan hotel marah2 karena orang kaya sepertinya mendapatkan pijat gratis dari Sun Woo. Sun Woo bertanya apa pelayan tersebut tahu namanya. Ia menjawab ditempat seperti itu sulit baginya untuk mencari tahu.  
Geum Jool menemui Soo Mi ketika dia sedang melukis. Geum Jool bercerita bahwa ia kasihan melihat Sun Woo yang tinggal dibawah tanah. Bila ia menjadi Jang Ill, dia tak akan membiarkan Sun Woo tinggal ditempat seperti itu. Soo Mi meminta Geum Joo untuk mengambil pakaiannya bila ia pergi ke seoul karena ia meninggalkan pakaiannya di rumah Jang Ill. Geum Jool menyarankan untuk mengambilnya sendiri, sekalian pergi untuk menemui Ji Won, gadis yang Sun Woo suka.
Sementara itu Sun Woo membuka-buka foto lama presdir Jin yang ia simpan. Ia lalu meminta bantuan pelayan hotel untuk mengenali seseorang yang ia lihat tadi di kamar 902. Pelayan hotel tidak bisa mengenalinya karena foto itu sudah lama. Ia mengatakan orang yang ia lihat berkaca mata sedangkan orang yang ada difoto tidak menggunakan kaca mata.
Sun Woo kemudian menelepon Geum Jool untuk meminta bantuannya. Ia meminta Geum Jool untuk menemukan foto terbaru Presdir Jin, bahkan jika ia harus mengambil fotonya divila.
Soo Mi pergi ke pusat rehabilitasi untuk menemui Ji Won. Dengan sekali lihat Soo Mi bisa mengenali Ji Won. Ia teringat bahwa wanita yang sedang didekati Jang Il adalah orang yang sama. Soo Mi mengawali percakapan dengan berbasa basi seolah-olah ia tertarik menjadi sukarelawan. Ji Won antusias menyambut Soo Mi. Namun ekspresinya sedikit berubah setelah Soo Mi bertanya apa Ji Won bekerja sebagai relawan karena Sun Woo.
Mereka duduk bersama dan Soo Mi mulai menjelaskan tentang alasannya datang. Dia menceritakan bahwa dia adalah teman baik Sun Woo sejak SD. Sun Wo selama ini telah mengalami hal yang buruk oleh sebab itu dia tidak ingin temannya terluka oleh cinta, sehingga dia berharap Ji Won tidak mempermainkannya dan memintanya mencintai Sun Woo dengan segenap hati. Soo Mi menceritakan tentang kecelakaan yang dialami Sun Woo sehingga ia buta dan amnesia. Ji Won mengatakan bahwa kepala Sun Woo dipukul dari belakang. Soo Mi terkejut dengan apa yang Ji Won katakan. Karena yang Soo Mi tahu, Sun Woo  tak tahu tentang kejadian kecelakaan itu. Melihat ekspresi Soo Mi, Ji Won langsung meralat kata-katanya. Dia berkata sepertinya dia bingung dan ragu apakah yang mengatakan itu  benar2 Sun Woo atau mungkin ada orang buta lainnya yang juga mengatakan hal itu padanya.(duh Ji Won kau keceplosan)
 
Jang Il dan teman-temannya mengunjungi pengadilan. Jang Il terlihat senang melihat2 tempat pengadilan sambil mendengarkan penjelasan dosennya. Mata Jang Il berfokus pada sebuah kursi jaksa. Dan ......... Jang Il berkhayal bahwa dia telah menjadi jaksa.
[Khayalan Jang Il]
Sebagai Jaksa, Jang Il dengan lantang menjelaskan tentang bukti-bukti kasus pembunuhan kepada hakim. Dia meminta hukuman seumur hidup bagi pembunuh dan ternyata orang yang membunuh itu adalah ayahnya sendiri. Bae Yong terus memelas pada Jang Il. Namun raut wajahnya berubah setelah melihat Sun Woo berdiri dan menuduh Jang Il telah mencoba untuk membunuhnya dengan memukul kepala dan membuangnya kelaut. Jang Il terlihat ketakutan. Khayalan Jang Il pudar setelah mendengar tepukan tangan teman2nya yang menandakan penjelasan dosen telah usai.
 
Usai kunjungan ke pengadilan. Jang Ill pergi ke perpustakaan untuk belajar namun tiba2 hidungnya berdarah dan ia pun pergi ke toilet. Jang Il membasuh mukanya dan melihat bayangannya di cermin. ia lalu berkata “Sun Woo, jangan lakukan itu. Aku tidak memukulmu, aku ini temanmu”. (masih gak ngerasa bersalah ni orang,,iiiiiiiiisss, pingin aku ~~~~)
 
Keluar dari toilet, Jang Ill bertemu dengan Ji Won. Mereka saling pandang namun tak satu katapun keluar dari mulut mereka berdua. Jang Il lalu mendapatkan telepon dari Soo Mi. Soo Mi bertanya apa Jang Ill ada dirumah, namun Jang Ill berkata dia tidak ada dirumah dan akan pulang malam. Soo Mi mengatakan bahwa bajunya ada yang ketinggalan, jadi Soo mi memintanya untuk menitipkannya di tempat satpam.
Presdir Jin kembali ke vila dan mulai membahas tentang surat itu pada Bae Yong. Presdir masih menganggap itu adalah perbuatan Sun Woo dengan menyuruh orang lain. Namun Bae Young mengatakan itu pasti bukan Sun Woo. Ia meyakinkan presdir bahwa tak ada seorangpun melihat dia saat menggantung Kyung Pil. Presdir tiba2 bertanya apa Jang Ill yang membuat Sun Woo buta. Dengan cepat Bae Yong mengatakan hal itu tidak mungkin, Jang Il tak akan pernah melakukan hal itu. Presdir mengatakan mungkin orang yang mengirim surat bukan orang yang ingin uang, tapi dia ingin melihat respon dari mereka.
Sun Woo mendiskripsikan orang yang ia pijat dihotel melalui tulisan. Tiba-tiba, Soo Mi datang dan dia ingin bermalam dirumah Sun Woo karena besok ada ujian penting. Soo Mi bercerita bahwa ia pergi menemui Ji Won. Soo Mi mengatakan bahwa sepertinya Ji Won sangat menyukanya. Sun Woo  mengatakan bahwa Ji Won bukanlah pacaranya bahkan dia tak bisa melakukan sesuatu untuknya. Soo Mi meminta kepada Sun Woo untuk menerima hati Ji Won.
Soo Mi mengambil kertas yang Sun Woo tulis, tapi dia tak tahu apa yang ditulis Sun Woo. Tiba2 Soo Mi bertanya tentang alasan Sun Woo buta apa karena kepalanya dipukul (Soo Mi penasaran ama kata2nya Ji Won, jangan2 Sun Woo dah inget tapi dia gak ngomong ma Soo Mi makanya dia mau memastikan itu). Sun Woo langsung mengambil kertas yang Soo Mi ambil darinya dan berkata bahwa itu kemungkinan, karena banyak orang buta setelah dia mendapatkan pukulan di kepalanya. Menurut Sun Woo pasti ada alasan mengapa setelah kejadian kecelakaan yang menimpanya ia masih bisa hidup. Dan Soo Mi setuju dengan itu.
Teman Ji Won memfoto Ji Won ketika dia sedang berjalan disekitar kampus. Ji Wo bertanya mengapa dia memfoto dirinya. Temannya menjawab bahwa dia hanya memfoto daerah sekitar kampus. Ji won meminta temannya untuk mengirim foto itu padanya bila sudah jadi.
Ji Won menemui Sun Woo untuk membacakan novel untuknya. Namun Sun Woo meminta berhenti karena mendengar suara Ji Won serak.  Ji Won mengatakan itu tidak apa-apa karena dia bawa obat batuk. Sun Woo merasa bersalah karena tidak ada yang bisa dia lakukan untuk Ji Won. Ji Won langsung berkata ada sesuatu yang bisa dilakukan Sun Woo untuknya yaitu menemaninya nonton.
Sesampainya dibioskop, Ji Won menjelaskan cerita film apa yang ia tonton pada Sun Woo tetapi tiba-tiba Ji Won  berteriak karena dia ketakutan. Sun Woo mengatakan kepadanya untuk menjelaskan terlebih dahulu sebelum berteriak. Ji Won mencoba untuk menjelaskannya lagi, namun karena film terlalu menakutkan untuk Ji Won, Ji Won berteriak sambil menutup matanya. Sun Woo tersenyum dengan tingkah Ji Won.
Usai menonton, Sun Woo memberikan pujian pada Ji Won karena bisa masuk universitas. Ji won menyarankan Sun Woo untuk melanjutkan sekolahnya karena diuniversitasnya juga terdapat siswa yang buta. Dia berjanji akan membantu Sun Woo. Sun Woo berkata dia akan mencobanya. Selang beberapa saat, Sun Woo dengan ragu berkata ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Ji Won.
Sun Woo  dan Ji won akhirnya pergi kesebuah toko. Sun Woo ingin Ji Won membantunya memilih jaket dengan warna yang lembut karena kemarin Geum Jool memilihkan warna yang mencolok. Sun Woo mencoba beberapa jaket hingga Ji Won menemukan jaket yang cocok untuknya. Disaat Sun Woo mencoba semua jaket, seorang pria juga menggunakan ruang ganti yang sama dengannya. Usai memilih jaket yang pas, Sun Woo langsung membayar dan pergi.
Tiba2 orang yang menggunakan ruang ganti yang sama dengan Sun Woo menghentikan mereka. Dia menuduh Sun Woo mencuri dompetnya (Sun Woo ngambil jaket yang saah. Jadi jaket orang itu ma Sun Woo itu mirip, la orang itu nggantung jaketnya juga di ruang ganti). Pria itu mulai mengatai Sun Woo pencuri dengan berpura-pura buta. 
Ji Won sangat marah dan meminta pria itu meminta maaf namun pria itu menolak. Pria itu mendorong Sun Woo, Ji Won marah dan menampar pria itu. Pria itu makin marah dan langsung mendorong Ji Won. Ji Won bangun dan melemparinya telur. Pria itu mendorong Ji Wob lagi. Sun Woo tidak tahan lagi, ia bangun dan memukuli orang itu dengan tongkatnya. (gak nyangka juga, Ji Won bawa telur di tasnya, hehehe).
 
Di bis, Ji Won meminta maaf, tapi Sun Woo merasa bahwa dialah yang harus minta maaf. Ji Won langsung memberikan salah satu sisi earphone diteliga Sun Woo  untuk mendengarkan novel audio selama perjalanan. Ji Won terus saja memandangi Sun Woo. Ji Won memanggil Sun Woo, Sun Woo menoleh kepada Ji Won dan tanpa ragu Ji Won menciumnya. (ihir cie ~~~~)
Sementara itu istri presdir Jin dan Yun Joo berkeliling disekitar galeri dan bercerita tentang rencana Yun Joo yang ingin menikah dan belajar di luar negeri. Mereka juga bercerita tentang lukisan dan galeri idaman mereka. Soo Mi yang juga berada disekitar situ dan sengaja mendengar pembicaraan mereka. Soo Mi lalu berjalan di depan mereka dan berpura-pura menjatuhkan lukisannya. Yun Joo membantunya untuk mengambil beberapa lukisannya, tapi ibunya mengatakan padanya untuk bergegas pergi karena meraka sudah terlambat. (heheh kasian juga nih Soo Mi. Maksud hati biar istri presdir Jin ma Yun Joo itu melihat karyanya biar bisa kerja ma mereka gitu).
Yun Jo dan ibunya pergi makan siang dengan Jang Il. Istri presdir memperkenalkan Yun Joo kepada Jang Il dan meminta bantuannya untuk menemukan seorang pria untuk putrinya. Yun Jo kesal dengan ulah ibunya dan langsung pergi. Presdir Jin mengatakan pada Jang Il bahwa ia juga dapat memperkenalkan beberapa wanita untuknya dari keluarga baik-baik, namun Jang Il menolak. Dia berpikir itu terlalu dini baginya untuk memikirkan hal seperti itu.
 
Geum Jool pergi ke vila Presdir Jin dan berusaha menyelinap masuk. Geum Jool menemukan foto tergantung didinding namun ketika ia ingin mengambilnya Bae Yong datang. Geum Jool akhirnya bersembunyi dibalik tanaman buanga, sedangakn Bae Yong juga mengarah ke arah yang sama. Saat Bae Young menyemprot bunga secara berkeliling, dengan waktu yang sama Geum Jool juga bergeser agar tak terlihat Ba Young. Geum Jool hampir tertangkap, untungnya telepon berdering. Geum Jool mengambil kesempatan untuk mengambil foto presdir Jin. Usai menelepon Bae Yong merasa sedikit aneh melihat foto presdir hilang. Namun ia tidak merasa curiga sedikitpun dan langsung menggantinya dengan yang baru.
Setelah mendapatkan foto presdir Jin yang baru, Sun Woo ke hotel lagi dan bertanya pada pelayan hotel apakah orang yang dia pijat sama dengan foto yang dia bawa. Pelayan hotel menegaskan bahwa orang itu benar.  Orang yang difoto itu adalah orang yang Sun Woo pijat (red-predir Jin). (jika kalian membaca sinopsis ini bukan dari www.blogapni.blogspot.com maka disinyalir sinopsis ini telah dicuri tanpa sepengetahuan penulis.)
 
Ji Won dan Sun Woo tengah berjalan bersama disaat Ji Won bertanya untuk apa Sun Woo ke kantor polisi. Namun dari arah belakang, presdir Jin melajukaan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menabrak Sun Woo. Namun Ji Won tahu dan mendorong Sun Woo dan akhirnya Ji Won tertabrak. Oww.. itu ternyata hanya mimpi belaka. Sun Woo bangun dari tidurnya dan berpikir mungkin ini akan membahayakan diri Ji Won. (Sun Woo mungkin kerasa kali yaa.. kalau nyawanya mungkin saja dalam bahaya, dan kemungkinan Ji Won juga dalam bahaya karena dia bersamanya).
Sun Woo pergi berenang, Ji Won datang dan memuji Sun Woo karena telah berenang dengan baik. Sun Woo tak bereaksi, dia hanya diam saja.
Usai berenang, Ji Won meminta Sun Woo untuk mengajarinya berenang, namun Sun Woo menyuruh Ji Won belajar sendiri. Ji Won merasakan ada hal yang aneh dengan sikap Sun Woo, namun dia berusaha mengabaikannya. Ji Won mengambil foto dari tasnya dan memberikannya pada Sun Woo. Sun Woo bertanya foto apa itu, Ji Won menjawab bahwa itu foto pemandangan namun Sun Woo tahu itu bukan foto pemandangan tapi foto Ji Won. (ckckck naluri orang buta itu lebih peka, jadi keinget film blind). Ji wo langsung mengatakan akan menuliskan tanggal pada foto tersebut, namun yang dia tulis lebih dari itu.
[tulisan Han Ji Won]
Sun Woo, aku pikir aku menyukaimu. bisakah kau memintaku untuk berada disisimu? ~Han Ji Won.
Ji Won lalu menempelkan fotonya di buku Sun Woo. 
Ji won ingin membacakan buku lagi untuk Sun Woo, namun Sun Woo menolak, ia ingin Ji Won juga membantu orang lain. Sun Woo pun langsung pergi. Ji Won terus menatap kepergian Sun Woo, dia heran dengan sikap Sun Woo yang aneh.
 
Ayah Soo Mi mengirimkan surat pada presdir Jin. Ia meminta 100 juta won untuk menutup mulutnya. Ia memperingatkan presdir Jin untuk tidak melakukan apapun bila tidak rahasia presdir Jin tidak akan lagi menjadi rahasia. Sementara itu ayah Soo Mi juga menyiapkan toilet rusak, tempat dimana presdir Jin harus menaruh uangnya. Usai membaca surat itu persdir Jin membayangakan Sun Woo, ia menganggap mungkin saja itu ulah Sun Woo.
Disaat Sun Woo merapikan kertas2 tulisannya, Sun Woo menyadari bahwa tulisannya hilang. Dan ternyata Soo Mi telah mengambilnya dan ia mencoba untuk melukis apa yang ada di tulisan Braille Sun Woo. (heheh Soo Mi gak cerdas ah.. lebih cepet pergi ke orang buta ato ke pusat rehab trus minta dibacakan).
Ji Won pergi ke pusat rehabilitasi, tapi Sun Woo terlihat tidak ikut kelas. Ji Won lalu mengunjungi rumahnya tapi Sun Woo pun tak ada dirumah. Sementara itu Sun Woo pergi berjalan sendiri kesuatu tempat. Ji Won memutuskan untuk menunggunya.
Sementara itu Jang il yang sedang diperpustakaan melihat seseorang sebagai Ji Won. Ia menyadari mungkin ia sedang merindukan Ji Won. Ia lalu pergi ke rumah Sun Woo karena mungkin saja Ji Won ada bersama Ji Won. Didepan rumah Sun Woo, Jang Il melihat Ji Won sedang menunggu Sun Woo. Sun Woo yang tak tahu didepannya ada Ji Won hanya melewatinya, sedangkan Ji Won tak berkata sepatah katapun.
Ji Won masuk kerumah Sun Woo dan bertanya mengapa Sun Woo tidak datang ke pusat rehab. Dengan berbaring Sun Woo hanya berkata bahwa ia ingin Ji Won berhenti bersikap seperti malaikat dan memintanya untuk tidak menolongnya lagi. Ji Won terlihat sedih dengan apa yang dikatakan Sun Woo, dia mengerti kenapa Sun Woo seperti ini. Ia mengatakan bahwa bantuannya bukanlah karena ia bekerja sebagai sukarelawan melainkan karena cinta pertamanya. Ji Won menceritakan, bahwa wanita yang Sun Woo bantu 2 tahun lalu untuk memecahkan kaca mobil adalah dirinya. Tetapi Sun Woo segera mengatakan bahwa dia bukanlah Kim Sun Woo seperti 2 tahun yang lalu. Bahkan jika ia bisa melihat lagi, ia tidak akan pernah bisa mengenalinya. ( you know, i’m really miss Sun Woo and Ji Woo teenager).
Ji Won meyakinkannya Sun Woo bahwa dia akan mengenalinya, tapi Sun Woo terus saja menyuruh Ji Won berhenti bersikap sebagai malaikat. Ji Won terlihat sedih mendengar kata2 Sun Woo. Ia menginggalkan rumah Sun Woo sambil menangis. (jika kalian membaca sinopsis ini bukan dari www.blogapni.blogspot.com maka disinyalir sinopsis ini telah dicuri tanpa sepengetahuan penulis.)
Jang Il yang menunggu di depan rumah Sun Woo melihat Ji Won meninggalkan rumah Sun Woo sambil menangis. Sementara itu Sun Woo memutuskan untuk mengejar Ji Won tapi Sun Woo  malah bertemu dengan Jang Il. Sun Woo bertanya apakah Jang Il melihat seorang wanita. Jang Il tidak menjawab, dia hanya memandang Ji Won yang sedang berjalan pergi.
 
Jang Il dan Sun Woo  masuk ke rumah. Jang Il bertanya mengapa Sun Woo tidak masuk kelas? Apa karena wanita itu (red-Ji Won). Sun Woo  membenarkan. Jang Il mengatakan bahwa dia mengenali  Ji Won karena dia teman 1 universitasnya. Jang Il mengatakan kepada Sun Woo untuk menghilangkan perasaannya pada Ji Won. Karena ia tak ingin Sun Woo terluka. Jika Sun Woo ingin bersamanya Sun Woo harus membuka mata (red-bisa melihat) terlebih dahulu sebelum memulai hubungan dengannya dengan Ji Won.
 
Sun Woo mulai marah dan pertanyaan mengapa ia harus hidup seperti itu. Lebih baik ia mati daripada hidup buta seperti ini. Jang Il meminta maaf karena ia tidak bisa membantunya. Sun Woo bertanya membantu apa. Namun Jang Ill hanya diam. Sun Woo bertanya lagi bantuan apa yang akan Jang Il berikan padanya sambil berteriak. Jang Il dengan berani mengingatkan Sun Woo bahwa hubungannya dengan Ji Won tidak akan berhasil. Sun Woo hilang kendali, ia marah dan  mulai memukul Jang Il. Sun Woo tahu maksud Jang Il yang menyindirnya bahwa dia hanya akan menjadi beban bagi Ji Won, dia pun berkata bahwa ia pasti akan bisa membuka matanya dan akan bersama Ji Won. Jang il mendorong Sun Woo dan segera meninggalkan rumah Sun Woo yang berantakan.
Sesampainya dirumah, Jang Il berusaha melupakan kejadian itu dengan minum-minuman. Tiba2 bel berbunyi. Soo Mi langsung masuk kerumah Jang Il dan marah2 karena Jang il malah membelikannya baju yang baru. Soo merasa terhina. Jang il mengatakan bila ia tidak suka, ia bisa mengembalikanya. Jang il tahu Soo Mi sengaja melakukan itu agar ia bisa kembali kerumah Jang Il. Soo Mi menjawab karena dia menyukai Jang Il. Soo Mi merasa mereka berdua sama. Sama-sama ambisius. Jang Ill gila belajar, sedangkan Soo Mi gila melukis. Namun Jang Il tidak setuju dengan pendapat Soo Mi. Mereka berdua berbeda.
 
Soo Mi meminta Jang Il untuk tidak bertindak sesuatu yang menyedihkan. Jang Il heran mengapa Soo Mi begitu menyukainya, Soo Mi menjawab bahwa tidak ada alasan untuk menyukai seseorang. Jang Il pun setuju dengan itu atau mungkin segala sesuatu bisa menjadi alasan mengapa dia menyukai sesorang. Soo Mi berjanji tidak akan pernah datang ke rumah Jang il lagi dan bersiap untuk pergi, tapi Jang Il mulai berbicara ngelantur. Soo Mi kesal dan menyirami muka Jang Il dengan alkohol. Ia berkata kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini. 
Jang il berdiri dan bertanya mengapa ia harus melakukan itu namun Soo Mi hanya terdiam dan menangis (emm keliatannya Soo Mi dah tahu deh kalau Sun Woo mengingat semuanya).  Jang Il tiba-tiba mencium Soo Mi dengan paksa. Awalnya Soo Mii menolak namun ia pun membiarkannya karena itupun yang dia inginkan dari Jang Il. Keesokkan harinya, Soo Mi terbangun dan melihat Jang Il tidur di samping (eeeee,, kok malah tidur bareng). Soo Mi berusaha menyentuh wajah Jang Il, namun  tiba-tiba Jang Il mengingau dan memanggil nama Ji Won, dan memohon untuk tidak pergi. (hahah kau pikir yang tidur ama kau tu Ji Won ya)
Soo Mi langsung pergi setelah mendengar Jang il memanggil nama Ji woo padahal diluar sedang turun hujan. Hujan itu mengingatkan Soo Mi ketika ia pertama kali bertemu dengan Jang Il dimana Jang ill menawarkan payung untuknya.
Sun Woo pergi ke pusat rehab dan mendapat kabar bahwa Ji Won telah berhenti jadi relawan. Sun Woo pergi ke kampus Ji Won dan duduk sambil berharap Ji Won akan melihatnya. Sementara itu Ji Won juga terdiam di sebuah kelas kosong sambil memikirkan sesuatu. Ji Won lalu pergi dan melewati tempat dimana Sun Woo duduk, namun sayang Ji Won tak melihat Sun Woo.
Sun Woo duduk ditempat tersebut hingga malam. Jang Ill yang kebetulan lewat melihat melihat Sun Woo. Sun Woo bangun dan meninggalkan kampus Ji Won. Jang Il mengikutinya, namun selang beberapa saat ia mengurungkan niatnya.
 
Sun Woo pulang sendirian. Ketika menyebrang, tiba2 sekelompok pengendara sepeda motor mengendara dengan ugal ugalan padahal lampu sedang menyala merah. Sun Woo terjatuh karena terserempet, kakinya berdarah. ia mencoba mengambil tongkatnya, tapi rusak. Ditengah hujan, Sun Woo tertawa, dia menertawakan ketidak berdayaannya.
Sesampainya dirumah, Sun Woo memanggil nama hemingway dan berharap dia ada dirumahnya. Namun tak ada jawaban. Walau tak ada jawaban, namun ia merasakan bahwa ada seseorang dirumahnya. Dan orang itu tak lain adalah Moon Tae Joo dan asistennya. Sun Woo terduduk lemas dan berkata ayah, aku hanya mau menutup mataku dan hidupku, buat aku jadi orang bodoh, ayah tolong hapus Jang ill dari pandanganku, tolong aku. Sun Woo berdiri dan mulai membanting semua barang yang ada di depannya. Sun Woo bahkan memecahkan kaca dengan tangannya. Tae Joo yang sebelumnya hanya diam langsung menghentikan Sun Woo. Tae Joo memegang kerah Sun Wo. “Siapa kau? Apa kau Jang Il?Tanya Sun Woo. “Aku ayahmu, aku akan mengubah hidupmu” kata Tae Joo. Sun Woo terkejut sekaligus tak percaya dengan kata Tae Joo.

Sinopsis Equator Man episode 9

[Comment]
Episode ini menurut aku merupakan awal dari kebangkitan Sun Woo. walaupun dia sempat putus asa dengan kehidupan yang seakan tak berpihak padanya tapi aku rasa Sun Woo sadar, dia harus menjadi orang sukses agar tak diremehkan lagi. aku rasa Jang Il yang menyadarkannya walau dia sendiri secara tidak sengaja melakukan itu. kata2nya yang menghina Sun Woo secara tidak langsung membuat Sun Woo memiliki motivasi untuk bangkit.

Yang paling so sweet, Sun woo ingin Ji Won meninggalkannya karena dia tak ingin jadi beban buat Ji Won. cukup dia tahu bahwa mereka saling mencintai. itu sudah cukup baginya.

Soo Mi..sepertinya kau sudah memegang kartu Jang Il.. kalau dia macam2 sikat aja.. hahaha emang gigi Jang Ill mati kau..