Wow gak nyangka juga kalau di episode ini Ji Won nyium si Sun Wo. heheh tapi mian ya aku sensor, takut ada anak kecil yang baca ckckc #lirikdira. Cerita drama ini makin seru apalagi kalau yang udah nonton episode 10. emmm,, cuma aku sempet mikir kenapa perubahan antara teenager ke dewasanya gak pas episode 10 aja ya.. karena itu lebih masuk akal. dimana di episode 10 Sun Woo pergi ke amerika trus kembali dengan kesuksesan dan matanya pun tidak buta lagi. wow makin menarik kan. ohya mian ma anis karena sinop telat. hahah.. lagi berpaling ke rooftop prince. ceritanya lagi puncak2nya sih hehehe,,
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Sinopsis Equator Man episode 8 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Presdir Jin membuka pintu dan
melihat Sun Woo sudah ada didepan. Ia lalu membiarkan Sun Woo masuk ke kamar
hotelnya. Presdir Jin berbaring dan Sun Woo mulai memijatnya. Sun Woo
menjelaskan bahwa dia sedikit tidak telaten jadi bila dia memijatnya terlalu
keras, Sun Woo meminta presdir untuk mengatakannya. Sun Woo memuji suara Presdir
Jin sangat bagus dan ia sepertinya mengenali suara presdir Jin. Presdir Jin terdiam,
ia lalu bercerita tentang anaknya yang meninggal dua tahun lalu. Dia bertanya
kenapa Sun Woo buta dan Sun Woo menjawab bahwa dia jatuh dari tebing. Sun Woo
juga mengatakan bahwa orang tuanya meninggal ketika ia masih kecil.
.jpg)
Setelah memijat, Sun Woo
bersiap-siap untuk pergi. Presdir Jin memberi Sun Woo uang untuk menunjukkan
rasa terima kasihnya namun Sun woo menolak. Presdir Jin meminta maaf karena ia
tidak dapat yang banyak membantu. Ucapan Presdir Jin membuat Sun Woo mengingat
kalimat 2 tahun lalu disaat ia meminta bantuan ke presdir Jintentang kematian
ayahnya. Sun Woo mencoba untuk menanyakan nama Presdir Jin, tetapi presdir
menolak memberitahu karena ia merasa tak pantas karena telah mendapatkan pijat
gratis dari Sun Woo. Sun Woo lalu pergi.
.jpg)
Sun Woo pergi menemui seorang pelayan
hotel untuk meminta bantuannya. Dia mengatakan padanya untuk melihatkan seperti
apa pria yang berada di kamar 902. Pelayan hotel melihat presdir Jin ketika
presir tengah keluar dari kamarnya. Pelayan hotel menjelaskan pada Sun Woo bahwa
Presdir Jin adalah orang kaya yang terlihat dari pakaiannya. Pelayan hotel
marah2 karena orang kaya sepertinya mendapatkan pijat gratis dari Sun Woo. Sun
Woo bertanya apa pelayan tersebut tahu namanya. Ia menjawab ditempat seperti
itu sulit baginya untuk mencari tahu.
.jpg)
Geum Jool menemui Soo Mi
ketika dia sedang melukis. Geum Jool bercerita bahwa ia kasihan melihat Sun Woo
yang tinggal dibawah tanah. Bila ia menjadi Jang Ill, dia tak akan membiarkan
Sun Woo tinggal ditempat seperti itu. Soo Mi meminta Geum Joo untuk mengambil pakaiannya
bila ia pergi ke seoul karena ia meninggalkan pakaiannya di rumah Jang Ill.
Geum Jool menyarankan untuk mengambilnya sendiri, sekalian pergi untuk menemui Ji
Won, gadis yang Sun Woo suka.
Sementara itu Sun Woo membuka-buka
foto lama presdir Jin yang ia simpan. Ia lalu meminta bantuan pelayan hotel
untuk mengenali seseorang yang ia lihat tadi di kamar 902. Pelayan hotel tidak
bisa mengenalinya karena foto itu sudah lama. Ia mengatakan orang yang ia lihat
berkaca mata sedangkan orang yang ada difoto tidak menggunakan kaca mata.
Sun Woo kemudian menelepon
Geum Jool untuk meminta bantuannya. Ia meminta Geum Jool untuk menemukan foto
terbaru Presdir Jin, bahkan jika ia harus mengambil fotonya divila.
Soo Mi pergi ke pusat
rehabilitasi untuk menemui Ji Won. Dengan sekali lihat Soo Mi bisa mengenali Ji
Won. Ia teringat bahwa wanita yang sedang didekati Jang Il adalah orang yang
sama. Soo Mi mengawali percakapan dengan berbasa basi seolah-olah ia tertarik
menjadi sukarelawan. Ji Won antusias menyambut Soo Mi. Namun ekspresinya
sedikit berubah setelah Soo Mi bertanya apa Ji Won bekerja sebagai relawan
karena Sun Woo.
.jpg)
Mereka duduk bersama dan Soo
Mi mulai menjelaskan tentang alasannya datang. Dia menceritakan bahwa dia
adalah teman baik Sun Woo sejak SD. Sun Wo selama ini telah mengalami hal yang
buruk oleh sebab itu dia tidak ingin temannya terluka oleh cinta, sehingga dia
berharap Ji Won tidak mempermainkannya dan memintanya mencintai Sun Woo dengan
segenap hati. Soo Mi menceritakan tentang kecelakaan yang dialami Sun Woo
sehingga ia buta dan amnesia. Ji Won mengatakan bahwa kepala Sun Woo dipukul
dari belakang. Soo Mi terkejut dengan apa yang Ji Won katakan. Karena yang Soo
Mi tahu, Sun Woo tak tahu tentang
kejadian kecelakaan itu. Melihat ekspresi Soo Mi, Ji Won langsung meralat
kata-katanya. Dia berkata sepertinya dia bingung dan ragu apakah yang
mengatakan itu benar2 Sun Woo atau
mungkin ada orang buta lainnya yang juga mengatakan hal itu padanya.(duh Ji Won
kau keceplosan)
.jpg)
Jang Il dan teman-temannya mengunjungi
pengadilan. Jang Il terlihat senang melihat2 tempat pengadilan sambil
mendengarkan penjelasan dosennya. Mata Jang Il berfokus pada sebuah kursi jaksa.
Dan ......... Jang Il berkhayal bahwa dia telah menjadi jaksa.
[Khayalan Jang Il]
Sebagai Jaksa, Jang Il dengan
lantang menjelaskan tentang bukti-bukti kasus pembunuhan kepada hakim. Dia
meminta hukuman seumur hidup bagi pembunuh dan ternyata orang yang membunuh itu
adalah ayahnya sendiri. Bae Yong terus memelas pada Jang Il. Namun raut wajahnya
berubah setelah melihat Sun Woo berdiri dan menuduh Jang Il telah mencoba untuk
membunuhnya dengan memukul kepala dan membuangnya kelaut. Jang Il terlihat
ketakutan. Khayalan Jang Il pudar setelah mendengar tepukan tangan teman2nya
yang menandakan penjelasan dosen telah usai.
Usai kunjungan ke pengadilan. Jang
Ill pergi ke perpustakaan untuk belajar namun tiba2 hidungnya berdarah dan ia
pun pergi ke toilet. Jang Il membasuh mukanya dan melihat bayangannya di cermin.
ia lalu berkata “Sun Woo, jangan lakukan itu. Aku tidak memukulmu, aku ini
temanmu”. (masih gak ngerasa bersalah ni orang,,iiiiiiiiisss, pingin aku ~~~~)
Keluar dari toilet, Jang Ill
bertemu dengan Ji Won. Mereka saling pandang namun tak satu katapun keluar dari
mulut mereka berdua. Jang Il lalu mendapatkan telepon dari Soo Mi. Soo Mi
bertanya apa Jang Ill ada dirumah, namun Jang Ill berkata dia tidak ada dirumah
dan akan pulang malam. Soo Mi mengatakan bahwa bajunya ada yang ketinggalan,
jadi Soo mi memintanya untuk menitipkannya di tempat satpam.
Presdir Jin kembali ke vila dan
mulai membahas tentang surat itu pada Bae Yong. Presdir masih menganggap itu
adalah perbuatan Sun Woo dengan menyuruh orang lain. Namun Bae Young mengatakan
itu pasti bukan Sun Woo. Ia meyakinkan presdir bahwa tak ada seorangpun melihat
dia saat menggantung Kyung Pil. Presdir tiba2 bertanya apa Jang Ill yang
membuat Sun Woo buta. Dengan cepat Bae Yong mengatakan hal itu tidak mungkin,
Jang Il tak akan pernah melakukan hal itu. Presdir mengatakan mungkin orang yang
mengirim surat bukan orang yang ingin uang, tapi dia ingin melihat respon dari
mereka.
.jpg)
Sun Woo mendiskripsikan orang
yang ia pijat dihotel melalui tulisan. Tiba-tiba, Soo Mi datang dan dia ingin
bermalam dirumah Sun Woo karena besok ada ujian penting. Soo Mi bercerita bahwa
ia pergi menemui Ji Won. Soo Mi mengatakan bahwa sepertinya Ji Won sangat
menyukanya. Sun Woo mengatakan bahwa Ji
Won bukanlah pacaranya bahkan dia tak bisa melakukan sesuatu untuknya. Soo Mi meminta
kepada Sun Woo untuk menerima hati Ji Won.
.jpg)
Soo Mi mengambil kertas yang Sun
Woo tulis, tapi dia tak tahu apa yang ditulis Sun Woo. Tiba2 Soo Mi bertanya tentang
alasan Sun Woo buta apa karena kepalanya dipukul (Soo Mi penasaran ama kata2nya
Ji Won, jangan2 Sun Woo dah inget tapi dia gak ngomong ma Soo Mi makanya dia
mau memastikan itu). Sun Woo langsung mengambil kertas yang Soo Mi ambil
darinya dan berkata bahwa itu kemungkinan, karena banyak orang buta setelah dia
mendapatkan pukulan di kepalanya. Menurut Sun Woo pasti ada alasan mengapa
setelah kejadian kecelakaan yang menimpanya ia masih bisa hidup. Dan Soo Mi
setuju dengan itu.
Teman Ji Won memfoto Ji Won
ketika dia sedang berjalan disekitar kampus. Ji Wo bertanya mengapa dia memfoto
dirinya. Temannya menjawab bahwa dia hanya memfoto daerah sekitar kampus. Ji
won meminta temannya untuk mengirim foto itu padanya bila sudah jadi.
Ji Won menemui Sun Woo untuk
membacakan novel untuknya. Namun Sun Woo meminta berhenti karena mendengar
suara Ji Won serak. Ji Won mengatakan
itu tidak apa-apa karena dia bawa obat batuk. Sun Woo merasa bersalah karena tidak
ada yang bisa dia lakukan untuk Ji Won. Ji Won langsung berkata ada sesuatu
yang bisa dilakukan Sun Woo untuknya yaitu menemaninya nonton.
Sesampainya dibioskop, Ji Won
menjelaskan cerita film apa yang ia tonton pada Sun Woo tetapi tiba-tiba Ji
Won berteriak karena dia ketakutan. Sun
Woo mengatakan kepadanya untuk menjelaskan terlebih dahulu sebelum berteriak.
Ji Won mencoba untuk menjelaskannya lagi, namun karena film terlalu menakutkan
untuk Ji Won, Ji Won berteriak sambil menutup matanya. Sun Woo tersenyum dengan
tingkah Ji Won.
Usai menonton, Sun Woo
memberikan pujian pada Ji Won karena bisa masuk universitas. Ji won menyarankan
Sun Woo untuk melanjutkan sekolahnya karena diuniversitasnya juga terdapat
siswa yang buta. Dia berjanji akan membantu Sun Woo. Sun Woo berkata dia akan mencobanya.
Selang beberapa saat, Sun Woo dengan ragu berkata ada sesuatu yang ingin dia
tanyakan pada Ji Won.
Sun Woo dan Ji won akhirnya pergi kesebuah toko. Sun
Woo ingin Ji Won membantunya memilih jaket dengan warna yang lembut karena
kemarin Geum Jool memilihkan warna yang mencolok. Sun Woo mencoba beberapa
jaket hingga Ji Won menemukan jaket yang cocok untuknya. Disaat Sun Woo mencoba
semua jaket, seorang pria juga menggunakan ruang ganti yang sama dengannya. Usai
memilih jaket yang pas, Sun Woo langsung membayar dan pergi.
Tiba2 orang yang menggunakan
ruang ganti yang sama dengan Sun Woo menghentikan mereka. Dia menuduh Sun Woo
mencuri dompetnya (Sun Woo ngambil jaket yang saah. Jadi jaket orang itu ma Sun
Woo itu mirip, la orang itu nggantung jaketnya juga di ruang ganti). Pria itu
mulai mengatai Sun Woo pencuri dengan berpura-pura buta.
Ji Won sangat marah
dan meminta pria itu meminta maaf namun pria itu menolak. Pria itu mendorong
Sun Woo, Ji Won marah dan menampar pria itu. Pria itu makin marah dan langsung
mendorong Ji Won. Ji Won bangun dan melemparinya telur. Pria itu mendorong Ji
Wob lagi. Sun Woo tidak tahan lagi, ia bangun dan memukuli orang itu dengan
tongkatnya. (gak nyangka juga, Ji Won bawa telur di tasnya, hehehe).
Di bis, Ji Won meminta maaf,
tapi Sun Woo merasa bahwa dialah yang harus minta maaf. Ji Won langsung
memberikan salah satu sisi earphone diteliga Sun Woo untuk mendengarkan novel audio selama perjalanan.
Ji Won terus saja memandangi Sun Woo. Ji Won memanggil Sun Woo, Sun Woo menoleh
kepada Ji Won dan tanpa ragu Ji Won menciumnya. (ihir cie ~~~~)
Sementara itu istri presdir
Jin dan Yun Joo berkeliling disekitar galeri dan bercerita tentang rencana Yun
Joo yang ingin menikah dan belajar di luar negeri. Mereka juga bercerita
tentang lukisan dan galeri idaman mereka. Soo Mi yang juga berada disekitar
situ dan sengaja mendengar pembicaraan mereka. Soo Mi lalu berjalan di depan
mereka dan berpura-pura menjatuhkan lukisannya. Yun Joo membantunya untuk
mengambil beberapa lukisannya, tapi ibunya mengatakan padanya untuk bergegas
pergi karena meraka sudah terlambat. (heheh kasian juga nih Soo Mi. Maksud hati
biar istri presdir Jin ma Yun Joo itu melihat karyanya biar bisa kerja ma
mereka gitu).
.jpg)
Yun Jo dan ibunya pergi makan
siang dengan Jang Il. Istri presdir memperkenalkan Yun Joo kepada Jang Il dan
meminta bantuannya untuk menemukan seorang pria untuk putrinya. Yun Jo kesal
dengan ulah ibunya dan langsung pergi. Presdir Jin mengatakan pada Jang Il
bahwa ia juga dapat memperkenalkan beberapa wanita untuknya dari keluarga
baik-baik, namun Jang Il menolak. Dia berpikir itu terlalu dini baginya untuk
memikirkan hal seperti itu.
.jpg)
Geum Jool pergi ke vila Presdir
Jin dan berusaha menyelinap masuk. Geum Jool menemukan foto tergantung
didinding namun ketika ia ingin mengambilnya Bae Yong datang. Geum Jool
akhirnya bersembunyi dibalik tanaman buanga, sedangakn Bae Yong juga mengarah
ke arah yang sama. Saat Bae Young menyemprot bunga secara berkeliling, dengan waktu
yang sama Geum Jool juga bergeser agar tak terlihat Ba Young. Geum Jool hampir
tertangkap, untungnya telepon berdering. Geum Jool mengambil kesempatan untuk
mengambil foto presdir Jin. Usai menelepon Bae Yong merasa sedikit aneh melihat
foto presdir hilang. Namun ia tidak merasa curiga sedikitpun dan langsung
menggantinya dengan yang baru.
Setelah mendapatkan foto
presdir Jin yang baru, Sun Woo ke hotel lagi dan bertanya pada pelayan hotel
apakah orang yang dia pijat sama dengan foto yang dia bawa. Pelayan hotel menegaskan
bahwa orang itu benar. Orang yang difoto
itu adalah orang yang Sun Woo pijat (red-predir Jin). (jika kalian membaca
sinopsis ini bukan dari
www.blogapni.blogspot.com maka disinyalir
sinopsis ini telah dicuri tanpa sepengetahuan penulis.)
Ji Won dan Sun Woo tengah
berjalan bersama disaat Ji Won bertanya untuk apa Sun Woo ke kantor polisi.
Namun dari arah belakang, presdir Jin melajukaan mobilnya dengan kecepatan
tinggi untuk menabrak Sun Woo. Namun Ji Won tahu dan mendorong Sun Woo dan akhirnya
Ji Won tertabrak. Oww.. itu ternyata hanya mimpi belaka. Sun Woo bangun dari
tidurnya dan berpikir mungkin ini akan membahayakan diri Ji Won. (Sun Woo
mungkin kerasa kali yaa.. kalau nyawanya mungkin saja dalam bahaya, dan
kemungkinan Ji Won juga dalam bahaya karena dia bersamanya).
Sun Woo pergi berenang, Ji Won
datang dan memuji Sun Woo karena telah berenang dengan baik. Sun Woo tak
bereaksi, dia hanya diam saja.
Usai berenang, Ji Won meminta
Sun Woo untuk mengajarinya berenang, namun Sun Woo menyuruh Ji Won belajar
sendiri. Ji Won merasakan ada hal yang aneh dengan sikap Sun Woo, namun dia
berusaha mengabaikannya. Ji Won mengambil foto dari tasnya dan memberikannya
pada Sun Woo. Sun Woo bertanya foto apa itu, Ji Won menjawab bahwa itu foto
pemandangan namun Sun Woo tahu itu bukan foto pemandangan tapi foto Ji Won.
(ckckck naluri orang buta itu lebih peka, jadi keinget film blind). Ji wo
langsung mengatakan akan menuliskan tanggal pada foto tersebut, namun yang dia
tulis lebih dari itu.
[tulisan Han Ji Won]
Sun Woo, aku pikir aku
menyukaimu. bisakah kau memintaku untuk berada disisimu? ~Han Ji Won.
Ji Won lalu menempelkan
fotonya di buku Sun Woo.
Ji won ingin membacakan buku lagi untuk Sun Woo, namun
Sun Woo menolak, ia ingin Ji Won juga membantu orang lain. Sun Woo pun langsung
pergi. Ji Won terus menatap kepergian Sun Woo, dia heran dengan sikap Sun Woo
yang aneh.
Ayah Soo Mi mengirimkan surat
pada presdir Jin. Ia meminta 100 juta won untuk menutup mulutnya. Ia
memperingatkan presdir Jin untuk tidak melakukan apapun bila tidak rahasia
presdir Jin tidak akan lagi menjadi rahasia. Sementara itu ayah Soo Mi juga
menyiapkan toilet rusak, tempat dimana presdir Jin harus menaruh uangnya. Usai
membaca surat itu persdir Jin membayangakan Sun Woo, ia menganggap mungkin saja
itu ulah Sun Woo.
Disaat Sun Woo merapikan
kertas2 tulisannya, Sun Woo menyadari bahwa tulisannya hilang. Dan ternyata Soo
Mi telah mengambilnya dan ia mencoba untuk melukis apa yang ada di tulisan Braille
Sun Woo. (heheh Soo Mi gak cerdas ah.. lebih cepet pergi ke orang buta ato ke
pusat rehab trus minta dibacakan).
Ji Won pergi ke pusat
rehabilitasi, tapi Sun Woo terlihat tidak ikut kelas. Ji Won lalu mengunjungi
rumahnya tapi Sun Woo pun tak ada dirumah. Sementara itu Sun Woo pergi berjalan
sendiri kesuatu tempat. Ji Won memutuskan untuk menunggunya.
Sementara itu Jang il yang
sedang diperpustakaan melihat seseorang sebagai Ji Won. Ia menyadari mungkin ia
sedang merindukan Ji Won. Ia lalu pergi ke rumah Sun Woo karena mungkin saja Ji
Won ada bersama Ji Won. Didepan rumah Sun Woo, Jang Il melihat Ji Won sedang
menunggu Sun Woo. Sun Woo yang tak tahu didepannya ada Ji Won hanya
melewatinya, sedangkan Ji Won tak berkata sepatah katapun.
.jpg)
Ji Won masuk kerumah Sun Woo
dan bertanya mengapa Sun Woo tidak datang ke pusat rehab. Dengan berbaring Sun
Woo hanya berkata bahwa ia ingin Ji Won berhenti bersikap seperti malaikat dan
memintanya untuk tidak menolongnya lagi. Ji Won terlihat sedih dengan apa yang
dikatakan Sun Woo, dia mengerti kenapa Sun Woo seperti ini. Ia mengatakan bahwa bantuannya bukanlah karena ia bekerja
sebagai sukarelawan melainkan karena cinta pertamanya. Ji Won menceritakan,
bahwa wanita yang Sun Woo bantu 2 tahun lalu untuk memecahkan kaca mobil adalah
dirinya. Tetapi Sun Woo segera mengatakan bahwa dia bukanlah Kim Sun Woo
seperti 2 tahun yang lalu. Bahkan jika ia bisa melihat lagi, ia tidak akan pernah
bisa mengenalinya. ( you know, i’m really miss Sun Woo and Ji Woo teenager).
.jpg)
Ji Won meyakinkannya Sun Woo bahwa
dia akan mengenalinya, tapi Sun Woo terus saja menyuruh Ji Won berhenti
bersikap sebagai malaikat. Ji Won terlihat sedih mendengar kata2 Sun Woo. Ia
menginggalkan rumah Sun Woo sambil menangis. (jika kalian membaca sinopsis ini
bukan dari
www.blogapni.blogspot.com
maka disinyalir sinopsis ini telah dicuri tanpa sepengetahuan penulis.)
Jang Il yang menunggu di depan
rumah Sun Woo melihat Ji Won meninggalkan rumah Sun Woo sambil menangis.
Sementara itu Sun Woo memutuskan untuk mengejar Ji Won tapi Sun Woo malah bertemu dengan Jang Il. Sun Woo
bertanya apakah Jang Il melihat seorang wanita. Jang Il tidak menjawab, dia
hanya memandang Ji Won yang sedang berjalan pergi.
Jang Il dan Sun Woo masuk ke rumah. Jang Il bertanya mengapa Sun
Woo tidak masuk kelas? Apa karena wanita itu (red-Ji Won). Sun Woo membenarkan. Jang Il mengatakan bahwa dia
mengenali Ji Won karena dia teman 1
universitasnya. Jang Il mengatakan kepada Sun Woo untuk menghilangkan
perasaannya pada Ji Won. Karena ia tak ingin Sun Woo terluka. Jika Sun Woo
ingin bersamanya Sun Woo harus membuka mata (red-bisa melihat) terlebih dahulu sebelum
memulai hubungan dengannya dengan Ji Won.
.jpg)
Sun Woo mulai marah dan
pertanyaan mengapa ia harus hidup seperti itu. Lebih baik ia mati daripada
hidup buta seperti ini. Jang Il meminta maaf karena ia tidak bisa membantunya.
Sun Woo bertanya membantu apa. Namun Jang Ill hanya diam. Sun Woo bertanya lagi
bantuan apa yang akan Jang Il berikan padanya sambil berteriak. Jang Il dengan
berani mengingatkan Sun Woo bahwa hubungannya dengan Ji Won tidak akan berhasil.
Sun Woo hilang kendali, ia marah dan mulai memukul Jang Il. Sun Woo tahu maksud
Jang Il yang menyindirnya bahwa dia hanya akan menjadi beban bagi Ji Won, dia
pun berkata bahwa ia pasti akan bisa membuka matanya dan akan bersama Ji Won. Jang
il mendorong Sun Woo dan segera meninggalkan rumah Sun Woo yang berantakan.
.jpg)
Sesampainya dirumah, Jang Il
berusaha melupakan kejadian itu dengan minum-minuman. Tiba2 bel berbunyi. Soo
Mi langsung masuk kerumah Jang Il dan marah2 karena Jang il malah membelikannya
baju yang baru. Soo merasa terhina. Jang il mengatakan bila ia tidak suka, ia
bisa mengembalikanya. Jang il tahu Soo Mi sengaja melakukan itu agar ia bisa
kembali kerumah Jang Il. Soo Mi menjawab karena dia menyukai Jang Il. Soo Mi
merasa mereka berdua sama. Sama-sama ambisius. Jang Ill gila belajar, sedangkan
Soo Mi gila melukis. Namun Jang Il tidak setuju dengan pendapat Soo Mi. Mereka
berdua berbeda.
.jpg)
Soo Mi meminta Jang Il untuk
tidak bertindak sesuatu yang menyedihkan. Jang Il heran mengapa Soo Mi begitu
menyukainya, Soo Mi menjawab bahwa tidak ada alasan untuk menyukai seseorang. Jang
Il pun setuju dengan itu atau mungkin segala sesuatu bisa menjadi alasan
mengapa dia menyukai sesorang. Soo Mi berjanji tidak akan pernah datang ke
rumah Jang il lagi dan bersiap untuk pergi, tapi Jang Il mulai berbicara ngelantur.
Soo Mi kesal dan menyirami muka Jang Il dengan alkohol. Ia berkata kau tidak
bisa memperlakukan aku seperti ini.
.jpg)
Jang il berdiri dan bertanya
mengapa ia harus melakukan itu namun Soo Mi hanya terdiam dan menangis (emm
keliatannya Soo Mi dah tahu deh kalau Sun Woo mengingat semuanya). Jang Il tiba-tiba mencium Soo Mi dengan paksa.
Awalnya Soo Mii menolak namun ia pun membiarkannya karena itupun yang dia
inginkan dari Jang Il. Keesokkan harinya, Soo Mi terbangun
dan melihat Jang Il tidur di samping (eeeee,, kok malah tidur bareng). Soo Mi
berusaha menyentuh wajah Jang Il, namun tiba-tiba
Jang Il mengingau dan memanggil nama Ji Won, dan memohon untuk tidak pergi.
(hahah kau pikir yang tidur ama kau tu Ji Won ya)
Soo Mi langsung pergi setelah mendengar
Jang il memanggil nama Ji woo padahal diluar sedang turun hujan. Hujan itu mengingatkan
Soo Mi ketika ia pertama kali bertemu dengan Jang Il dimana Jang ill menawarkan
payung untuknya.
Sun Woo pergi ke pusat rehab
dan mendapat kabar bahwa Ji Won telah berhenti jadi relawan. Sun Woo pergi ke
kampus Ji Won dan duduk sambil berharap Ji Won akan melihatnya. Sementara itu Ji
Won juga terdiam di sebuah kelas kosong sambil memikirkan sesuatu. Ji Won lalu
pergi dan melewati tempat dimana Sun Woo duduk, namun sayang Ji Won tak melihat
Sun Woo.
Sun Woo duduk ditempat
tersebut hingga malam. Jang Ill yang kebetulan lewat melihat melihat Sun Woo.
Sun Woo bangun dan meninggalkan kampus Ji Won. Jang Il mengikutinya, namun
selang beberapa saat ia mengurungkan niatnya.
Sun Woo pulang sendirian.
Ketika menyebrang, tiba2 sekelompok pengendara sepeda motor mengendara dengan
ugal ugalan padahal lampu sedang menyala merah. Sun Woo terjatuh karena
terserempet, kakinya berdarah. ia mencoba mengambil tongkatnya, tapi rusak.
Ditengah hujan, Sun Woo tertawa, dia menertawakan ketidak berdayaannya.
.jpg)
Sesampainya dirumah, Sun Woo memanggil
nama hemingway dan berharap dia ada dirumahnya. Namun tak ada jawaban. Walau
tak ada jawaban, namun ia merasakan bahwa ada seseorang dirumahnya. Dan orang
itu tak lain adalah Moon Tae Joo dan asistennya. Sun Woo terduduk lemas dan
berkata ayah, aku hanya mau menutup mataku dan hidupku, buat aku jadi orang
bodoh, ayah tolong hapus Jang ill dari pandanganku, tolong aku. Sun Woo berdiri
dan mulai membanting semua barang yang ada di depannya. Sun Woo bahkan
memecahkan kaca dengan tangannya. Tae Joo yang sebelumnya hanya diam langsung
menghentikan Sun Woo. Tae Joo memegang kerah Sun Wo. “Siapa kau? Apa kau Jang
Il?Tanya Sun Woo. “Aku ayahmu, aku akan mengubah hidupmu” kata Tae Joo. Sun Woo
terkejut sekaligus tak percaya dengan kata Tae Joo.
Sinopsis Equator Man episode 9
[Comment]
Episode ini menurut aku merupakan awal dari kebangkitan Sun Woo. walaupun dia sempat putus asa dengan kehidupan yang seakan tak berpihak padanya tapi aku rasa Sun Woo sadar, dia harus menjadi orang sukses agar tak diremehkan lagi. aku rasa Jang Il yang menyadarkannya walau dia sendiri secara tidak sengaja melakukan itu. kata2nya yang menghina Sun Woo secara tidak langsung membuat Sun Woo memiliki motivasi untuk bangkit.
Yang paling so sweet, Sun woo ingin Ji Won meninggalkannya karena dia tak ingin jadi beban buat Ji Won. cukup dia tahu bahwa mereka saling mencintai. itu sudah cukup baginya.
Soo Mi..sepertinya kau sudah memegang kartu Jang Il.. kalau dia macam2 sikat aja.. hahaha emang gigi Jang Ill mati kau..