Sung Jo Hae dibawa kembali ke ruangannya. Sung Jo Hae marah2 tak karuan sementara itu Dr. Lee berusaha menenangkannya.
“Aku sudah menunggunya lama, namun mengapa ia tak menganggapku sama sekali, cepat panggil dia kesini!” kata Sung Jo Hae kesal.
“Kumohon tenanglah” pinta Dr.Lee.
“Dasar Kau….” Kata Sung Jo Hae dengan tiba2 menampar
“Aku bisa saja keluar dari tempat ini” kata Sung Jo Hae
“Anda menderita myocardial infarction, jika anda keluar dari sini, anda bisa meninggal secara mendadak” Dr.Lee. mendengar hal itu membuat Sung Jo Hae semakin marah dan menampar Dr.Lee berulang kali.
Tiba2 Dr.Nam datang
“Apa yang kau lakukan? Tanya Dr.Nam kesal
“Siapa kau? Tanya Sung Jo Hae, namun Dr.Nam tidak menjawab
“Jangan kau kira rumah sakit tidak memiliki mulut, dalam 3 menit, kejadian ini bisa tersebar dan akan berefek pada karir politikmu” kata Dr.Nam sedikit mengancam. Sung Jo Hae terlihat shock dengan perkataan Dr.Nam
“oh ya mungkin kau tak tahu, paman Dr.Lee adalah direktur kongres bae” kata Dr.Nam sambil menarik tangan Dr,Lee. Sung Jo Hae terlihat shock, begitu juga Dr.Lee.
“Dr.Choi masih saja mendapatkan masalah” kata Dr.Nam
“Masalah apanya, melakukan operasi bagi pasien yang kritis apa tidak dibenarkan??” kata Dr.Lee Kesal.
“Dia bisa saja mentransfer pasien itu ke rumah sakit lain” kata Dr. Nam
“Mengirimnya sama saja dengan mengantarkannya dekat dengan kematian” kata Dr.Lee
“mengembalikan pasien VIP ke ruangannya saat operasi adalah masalah yang besar” imbuh Dr.Nam
“Dr.Choi sudah mengatakan ini akan baik2 saja, dia akan melayani pasien sama, tidak ada pelayanan VIP” kata Dr.Lee.
Dokter Kim datang untuk melihat kondisi Sung Jo Hae.
“Bagaimana keadaanmu direktur” Tanya Dr,Kim
“Aku datang kerumah sakit ini tidak hanya tidak mendapatkan pelayanan namun kondisiku juga memburuku” ucap Jo Hae
Dr.Kim meminta maaf sambil tersenyum pahit..
“Umm, saya hanya ingin mengingatkan anda, bahwa kami ada pilihan lain untuk ini” kata Dr.Kim pelan2.
“Apa??” Sung Jo Hae terlihat penasaran.
Sementara itu direktur rumah sakit sedang melakukan rapat bersama jajaran dokter.
Tiba2 telponnya berbunyi direktur cukup terkejut karena Sung Jo Hae meneleponnya.
“Apa.. anda ingin di tangani oleh dokter internal?? kata direktur terkejut..
Dilain pihak Dr. Kim terlihat senang dengan keputusan Ja Hae.
(jadi awalnya Jo Hae itu ingin ditangani oleh dokter ahli torak (Dr.Choi) tapi gara2 kejadian ini Jo Hae berubah pikiran dan akhirnya setuju untuk ditangani dokter internal. Dr.Kim itu ketua dari dokter internal)
Sekretaris Sung Jo Hae pergi menemui Dr.Lee dan memberikan sejumlah uang sebagai tanda ucapan permohonan maaf atas apa yang dilakukan Jo Hae padanya.
“Inikah cara kalian untuk menyelesaikan semua masalah?menyelesaikan semuanya dengan uang ketika melakukan kesalahan” Kata Dr.Nam sambil mendekat kearah mereka.
“Dokter jangan salah paham, kami tak bermaksud seperti itu” kata sekretaris Jo Hae
“Ambil kembali uang ini, kami masih mendiskusikan kelanjutan masalah ini, jika kami menerimanya, bagaimana bisa kami bicara” kata Dr.Nam menakut2ti. Sekretaris Jo Hae terlihat panic.
Tiba2 tanggan Dr.Lee memegang uang itu lagi
“sepertinya tidak sedikit” kata Dr.Lee sambil melihat jumlah uang
“Emm, sekretaris, katakana pada direktur, ia bisa memukulku lagi namun dengan bayaran dobel”
“ yaaaaaaaa,,,” teriak Dr.Nam pada Dr.Lee
“Kenapa??bukan hal ini sering dilakukan oleh para geng2” jawab Dr.Lee.
Dr.Lee mengambil uang itu dan mengirimkannya untuk ibu dan adik2nya.
“Hei, apa kau pengemis, kau butuh makan?? sindir Dr.Nam.”jika Jo Hae tahu dia pasti akan marah.
Tiba2 datang dokter lainnya, ia mengatakan bahwa Jo Hae bersedia di tangani dokter internal. Dr.Nam dan Dr.Lee sangat terkejut mendengar hal itu.
Operasi Jo Hae dimulai, Jo Hae terlihat gugup. Sementara itu direktur melihat jalannya operasi dari luar.
Teman dokter Nam, meminta bantuannya untuk memerikasa seorang ibu hamil yang mempunyai tekanan darah tinggi namun ia tak mau meminum obat. Pasien khawatir obat akan berpengaruh pada bayinya.
“Sudah banyak obat untuk pasien darah tinggi, dan itu tidak berefek pada bayinya” kata Dr.Nam. “Jika kau terus menolak untuk minum obat ini akan berdampak buruk bagimu, bahkan akan menimbulkan kematian”.
“Yaa,,, dasar kau wanita jalang…” teriak pasien.
“Apapun sebutan untuku, kau harus tetap mendengarkannya” kata Dr.Nam
“Kau juga..aku mengindikasikan ini kemungkinan ventricular fibrillation, segera hubungi torak center” pinta Dr.Nam pada temannya..
Dr.Nam sibuk menyelesaikan tugas laporan yang diberikan Dr.Kim Tae Joon padanya. Sementara itu Dr.Bae dan Dr. Lee bersantai di ruang istirahat. Tiba2 datang kiriman bunga.
“Apa kau membeli bunga? Tanya Dr. Bae
“tidak “ jawab Dr. Lee
“Ini untuk Dr.Nam” kata pengantar bunga.
Dr.Nam lalu membuka kartunya, ternyata bunga itu dari Dong Kwon.
“Mau kau apakan? Tanya Dr.Bae melihat Dr.Nam membawa bunga itu”
“Membuangnya” jawab Dr.Nam
“Berikan saja padaku” pinta Dr.Bae.
Dr.Bae pergi menemui Dr. Mimi dan memberikan bunga itu pada Dr.Mimi. Dr. Bae mulai merayu Dr.Mimi dengan berbagai jurus (hhahah, lucu juga nih,, padahal bunga itu kan seharusnya buat Dr.Nam). akhirnya bunga itu Dr.Mimi terima, Dr.Bae terlihat senang. Alih2 senang dengan pemberian bunga dari Dr.Bae, Dr Mimi malah mempersilahkan semua perawat untuk mengambil bunga tersebut. (haha kasian2), alhasil semua perawat berebut untuk mengambil bunga tersebut.
Akhirnya treatment Sung Jo dilaksanakan, setelah beberapa lama para dokter belum bisa menyelesaikannya, asisten Dr.Kim menyarankan agar mentransfer pasien, namun Dr.Kim menolak karena direktur sedang menyaksikan apa yang mereka lakukan. Saking paniknya mereka melakukan kesalahan, jarum yang digunakan untuk mentreatmen Sung Jo melukai jantung Sung Jo dan akhirnya terjadi pendarahan.
Departemen torac mendapat panggilan mendadak untuk membantu operasi sesar seorang pasien. (pasien ini itu pasien hamil yang gak mau minum obat dan yang ngatain Dr.Nam juga). Karena mengalami pendarahan yang terus menerus, jantung pasien sempat berhenti, dan dokter yang menanganinya tak berhasil menghentikan pendarahan.
“Kita harus menyelamatkan jantungnya terlebih dahulu, setelah itu kita operasi” kata Dr.Choi
Semua dokter dan asisten terlihat mengerti. (ohya bayinya selamat)
Dr.Lee pergi ke department internal untuk meminjam alat Ecmo untuk pasien di departemen torak, namun tanpa sengaja ia melihat direktur Sung Jo terlah terbaring di ruang ICU dengan pendarahan yang tidak berhenti. Asisten Dr. Kim yang melihat Dr.Lee terlihat sangat cemas dan pergi,
Dr.Lee menelepon asisten Dr.Kim
“aku Lee In Sung, dari departemen torak” kata Dr.Lee
“Aku sedang tidak ingin mengatakan apapun” kata asisten Dr.Kim
“terjadi pemecahan pembuluh arteri kan?? Tanya Dr.Lee.. asisten Dr.Kim terlihat enggan menjawab.
“Mengapa kau tak mentransfernya ke departemen kami? Tanya Dr.Lee
“Dia pasien VIP, bahkan Direkturpun melihatnya, kami akan menghentikan pendarahan ini” jawab asisten Dr.Kim
“Jika pendarahan tidak segera berhenti, ini akan berbahaya untuk pasien” kata Dr.Lee
Asisten Dr.Kim mematikan Hpnya. Sementara itu Dr.Lee terlihat kesal
Dr.Lee pergi keruang operasi dan memberitahu masalah tersebut pada Dr. Choi
Isi tulisan Dr.Lee (SUNG JOO MENGALAMI PEMECAHAN PEMBULUH ARTERI, DEPARTEMEN INTERNAL MENGGUNAKAN ECMO, DAN SAMPAI SEKARANG PEMDARAHAN TIDAK BERHENTI). Para dokter meminta Dr.Choi untuk mengatasi masalah itu, mereka akan mengambil alih operasi karena keadaan telah stabil.
Dr.Choi, Dr.Lee dan Dr.Bae berlari ke ruang ICU untuk melihat keadaan Sung Joo
“Sudah berapa lama pendarahan berlangsung? Tanya Dr.Choi.
“Untuk apa kau kesini, kami akan menghentikan pendarahan ini” jawab Dr.Kim
“Kita tak bisa menunggu keberuntungan dan menunggu pendarahan berhenti, kita harus melakukan sesuatu” kata Dr.Choi. Dr.Choi meminta Dr.Kim mentransfer ke departemen torak namun Dr.Kim menolak. Dr.Choi lalu memerintahkan Dr.Lee dan Dr.Bae untuk membawa Sung Joo secara paksa dengan konsekuensi semua tanggung jawab akan dia ambil. Dr.Kim terlihat sangat kesal.
Dr.Lee menelepon Dr.Nam untuk memintanya membantu operasi Sung Joo. Dr.Nam meminta ijin pada Dr.Kim Tae Joo untuk pergi membantu.
“Jangan pergi” kata Dr.Kim Tae Jo. Dr.Nam terlihat tak percaya
“Jika kau ingin tetap disini, jangan sampai kau memiliki musuh. Kau sudah mendapati masalah dengan departemen internal saat awal kau masuk, jadi jangan menambah masalah lagi” kata Dr.Kim.. Dr.Nam terlihat sangat bimbang,
Sementara itu berita tentang pendarahan Sung Joo telah terdengar direktur, direktur sangat terkejut dengan berita itu, salah satu dokter mengabarkan bahwa Dr.Choi telah membawa Sung Jo keruang operasi untuk menghandel masalah tersebut. Direktur lalu menelepon ruang operasi dan meminta Dr.Choi untuk menyelamatkan Sung Jo apapun caranya.
to be continuo