Tuesday, November 30, 2010

[Sinopsis] Bread, Love and Dreams Episode 7 Part 1

Presdir mengunjungi kamar Tak Goo dan mendapati sebuah surat di meja belajar. Presdir menbacanya “Presir, maafkan aku. Aku telah memikirkan ini dengan baik2, aku seharusnya mengingatkan diriku sendiri bahwa aku adalah Tak Goo yang dapat memimpin hidupku sendiri, jadi tolong jangan cari aku, aku berharap kau selalu dalam keadaan sehat”. Presdir shock dengan surat yang ia baca.
Sementara itu Ny Seo dan manager Han merayakan kemenangannya. “Mari bersulang atas kemenangan anak kita” kata Ny Seo tersenyum bangga.
Dan ditepi sungai Mi Sun terdampar tak sadarkan diri.

Dua belas tahun kemudian
Usai dihajar habis2an oleh Tak Goo, para gangster mengadu pada bos besarnya. Mereka menceritakan seluruh kehebatan Tak Goo pada bos besar, Tak Goo datang dan pergi bagai angin dan dia hanya mencari orang yang memiliki tato kincir angin. “Kalau ia ingin mencari orang yang bertato kincir angin, bilang padanya untuk mencari di incheon wang ba” kata bos besar. Seluruh anggota geng terkejut.
Tak Goo membaca pengumuman yang mengatakan bila ia ingin menemuai orang yang bertato kincir angin dia harus pergi ke incheon wang ba. Tak Goo mengambil kerta itu dan berkata “ibu aku akan menemukanmu segera, tunggulah sebentar lagi”.
Tak Goo mendatangin sebuah gudang kosong dan menghabisi semua penjaga yang ada diluar. Tak Goo akhirnya berhasil masuk kegudang itu. “apa kalian yang menulis kertas ini? Tanya Tak Goo kepada para anggota gangster. Semua anggota gangster ketakutan.
Dibalik anggota gangster bos besar sudah menunggu. Tak Goo melihat bos besar dan matanya terbelalak karena ditangan bos besar terdapat gambar kincir angin. Tak Goo berlari kearahnya, bos besar melemparkan pisau kearah Tak Goo, untungnya Tak Goo bisa menghindarinya. Bos besar tertawa “Kau bahkan tidak memberikan salam pada pertemuan tertama”. Tak Goo terlihat sangat marah “Dimana kau bawa ibuku? Teriak Tak Goo. “Hah,,ibumu?ibumu tidak ada disini, kau ini,,rela untuk kesini hanya untuk mencari ibumu yang hilang? Kata bos besar melecehkan. “Hentikan bualanmu, cepat katakana padaku dimana ibuku” teriak Tak Goo semakin keras. “Aku tidak tau” jawab bos besar. “Aku mengundangmu kesini hanya karena aku tertarik padamu dan ingin memberimu sedikit pelajaran”.
Tak Goo semakin marah ia mendatangi bos besar dan memukulnya hingga babak belur.bos besar tak berkutik. "Cepat katakan dimana kau sembunyikan ibuku?tanya Tak Goo dengan tangan ingin menonjok bos. "Ampun2, aku benar2 tidak tahu dimana ibumu, kumohon biarkan aku hidup" rengek bos besar. "Bagaimana kau tidak tahu, kau punya tato ini" kata Tak Goo sambil memegang tangan bos besar. "beberapa tahun yang lalau saat aku dipenjara aku menemukan orang yang memakai tato ini, aku pikir tato ini sangat keren makanya aku memahainya, lihatlah gambarnya berbeda" katanya merengek.

Tak Goo melihat tato itu dan tersadar bahwa ia salah orang. “Lalu dimana aku dapat menemuinya?”Tanya Tak Goo sambil membelakangi bos besar. “Kau bisa menemui orang itu di Pal Bong bakery” kata bos besar sambil bersidi sambil membawa kayu dan memukul Tak Goo namun dengan sigap Tak Goo dapat menangkisnya. Tak Goo sangat marah dan menghajar bos besar abis2an
Tak Goo keluar gudang dengan berlumuran darah. “ibu aku akan datang, aku sudah menemukan orang itu, aku akan ke Pal Bong bakery” kata Tak Goo terhuyung.
eheh enak,,,
Subuh2 sekali, Pal Bong Bakery sudah melakukan persiapan untuk membuat roti..*liat rotinya ngeiler heheh*. Tuan Yang mulai menyadari ada salah satu staffnya yang tidak ada. “Kemana Mi Sun? Tanya Tuan Yang pada staff lainnya. “Sejak tadi aku tidak melihatnya, pasti dia pergi lagi” kata salah satu stafnya. Tuan Yang sangat marah.
hehehhe,,,enak,,,
Sementara itu Mi Sun mengendap2 keruang penyimpanan roti cake, dia memotong salah satu cake dan bersiap memakannya. “hentikan” teriak tuan Yang. Mi Sun kaget setengah mati.
Dan akhirnya Mi Sun disidang. Hahahhah
“Hari apa sekarang? Tanya Tuan Yang. “Ini waktunya bekerja” kata Mi Sun. “Apa yang seharusnya kau lakukan disini? Tanya Tuan Yang lagi. “Bekerja” jawab Mi Sun. “Lalu mengapa kau tidak bekerja disaat jam bekerja” teriak tuan Yang. Mi sun kaget tengan bentakkan tuan Yang. “Aku hanya ingin mencicipi cake yang aku buat tadi malam bos, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencicipinya” jawab Mi Sun tanpa dosa. “50rb gajimu akan aku potong bulan ini, bila kejadian ini terulang lagi aku akan memecatmu” kata tuan Yang.
Mi Sun mulai membela diri, ia menceritakan usahanya tadi malam untuk membuat resep baru. Mi Sun mengatakaan pada Tuan Yang untuk tidak memarahinya sebelum mencicipinya. Tanpa sengaja tangan Tuan Yang menyentuh cake buatan Mi Sun dan akhirnya jatuh berantakan. Mi Sun marah dia akhirnya keluar dari ruang pembuatan kue. “Aku tidak mau tinggal disini lagi, aku tidak mau membuat kue lagi” seru Mi Sun.
Mi Sun lalu keluar rumah, namun di depan pintu Mi Sun terjatuh. Tersadar dengan apa yang membuat ia jatuh, Mi Sun menjerit ketakutan.
aku absen ya dari kiri ke kanan biar pada gak bingung
(Jae Bok, Gop So, tuan Yang, Jin Go)
Tuan Yang dan staffnya berhamburan keluar rumah. “Ada apa Mi Sun? Tanya tuan Yang. “Ada Orang mati” kata Mi Sun terbata2. Semua orang yang ada disitu terkejut. Gap So memeriksa leher orang itu. “Tidak, dia tidak mati, dia masih bernafas kata Gap So. (orang yang dikira mati itu ternyata Tak Goo).
Ny Seo tiba dibandara dan dijembut seorang supir. “Kemana manager Han? Tanya Ny Seo. “Dia sedang sibuk menyiapkan pesta” kata sopir. “Apa dia tidak tau kalau aku datang”. “Aku tidak yakin nonya” jawab sopir itu.
Dikantor Ja Kyung berjalan berdampingan bersama presdir dan diikuti manager Han. Ja Kyung banyak mempertentangkan kebutusan predir. “Ja Kyung jangan kau campur adukan antara bisnis dan politik, aku ini adalah pimpinan perusahaan ini dan aku sudah berpengalaman selama 20 tahun, jadi kau hanya perlu melakukan apa yang aku suruh”. “Aku hanya ingin perusahaan kita lebih bagus ayah” kaya Ja Kyung membela diri. Presdir kemudian meninggalkan Ja Kyung.
Presdir masuk ke kantornya, manager Han membukaan pintu,betapa terkejutnya ia melihat nyonya seo telah berada ruangan presdir.
Ny Seo memeluk presdir kemudian melihat manager Han. “Aku mempercepat pejalananku, dan ke Tokyo untuk mengunjungin Ma Jun” kata Nye Seo. “Ya aku tahu” kata presdir tidak antusias. Hahah Melihat ekspresi presdir, Ny Seo bĂȘte abis.. “tidakkah kau menanyakan kabar Ma Jun”kata Nye Seo. “Dia baik2 saja kan?” kata presdir tanpa memperhatikan Ny Seo.
Ny Seo mengambil tasnya dan berkata tidakkah cukup perjalannku selama 2 bulan? Mengapa kau hanya memberiku waktu beberapa menit. (haha kasian ni Ny Seo, padahal dia berharap presdir itu kangen ma dia, trus ditanyain macem2 tentang liburan, eh,,kok malah dicuekin,,hahah). “10 menit lagi ada rapat penting, aku tak punya waktu lagi, kita akan membicarakannya nanti” kata presdir. Mendengar tanggapan presdir Ny Seo meninggalkan ruangan dengan marah.
Ketika didepan Lift, Ny Seo dan manager Han bertemu “Maafkan aku tidak menjemputmu karena aku sangat sibuk, tapi aku senang melihatmu bisa kembali dengan sehat” kata manager han. “Ma Jun hilang, aku pergi kejepang setelah perjalananku,namun aku tidak menemukannya disana, namun aku yakin dia sudah kembali ke seoul, dia harus segera ditemukan, seminggu lagi pesta akan dimulai, ia harus menghadirinya agar presdir tidak curiga” kata Nye Seo. Manager Han memegang tangan Ny Seo, “Jangan khawatir, pergilah pulang dan istirahat, aku akan mengurusnya” kata manager Han.
Flashback : Ma Jun menelepon manager Han, dan Ma Jun mengatakan dia akan pergi untuk berlibur dan jangan mencarinya. Manager Han kemudian mengatakan bahwa ibunya akan pergi ke Tokyo. Ma Jun sudah mengetahuinya, itulah sebabnya ia menelepon manager Han. Karena Ma Jun percaya ketika Ny Seo kehilangan Ma Jun. Ny Seo akan menyuruh manager han untuk mencarinya. Manager Han menanyakan dimana Ma Jun, namun Ma Jun tidak menjawab.
Ma Jun menutup teleponnya dan bersiap2 mengepaki barang2nya.
Ma Jun tiba di seoul dan langsung pergi ke Pal Bong Bakery. “Ada yang bisa aku bantu?kata tuan Yang.” Aku mengirim surat ke master Pal Bong untuk dapat belajar disini, dan dia menyuruhku untuk kemari dan mengikuti tes” jawab Ma Jun. tuan Yang kemudian melihat surat yang diberikan Ma Jun. “guru akan kembali besok” kata Tuan Yang. “dapatkah aku tinggal disini malam ini?tanya tuan Yang. Tuang Yang melihat Ma Jun dengan serius. “Siapa namamu? Tanya Tuan Yang.
hihi, Ma Jun Cakep juga
Ma jun membuka kaca matanya dan berkata namakau Seo Jae Jo. (Ma Jun merubah namanya biar gak ketahuan,,hehehe)


Tobe continue part 2

Sunday, November 21, 2010

[Quiz] Who is the owner of this smile ?

hai chingu, ada yang baru dari Upnie Galery nih,,dari pada bete aja mantengin blog yang jarang update, (hahah ngaku). Apni mau ngasih refresing nih..buat kalian yang tau siapa orang dibalik senyum ini bisa langsung comment. nyebutinnya yang urut ya Chingu..

1.
 2.
 3.
 4.
 5.
6. 
7.


8. 
9. 
10.



Thursday, November 18, 2010

Wednesday, November 17, 2010

[Sinopsis] Bread, Love and Dreams Episode 6 Part 2

Usai Tak Goo keluar, presdir mengingat kata2 pria suruhannya, ia mengabarakan bahwa Mi Sun jatuh ke Sungai. (chingu pasti bingung ya ceritanya, sebenernya pada hari yang sama manager Han menyuruh bapak Yoo Kyung untuk memberi pelajaran bwt Mi Sun tapi presdir juga nyuruh orang buat membawa pergi Mi Sun jauh dari Tak Goo, agar Tak Goo gak nyari2 dia lagi, eh apesnya malah Mi Sun malah njebur sungai, sebenernya Mi Sun gak mau diapa2in kok)
Tak Goo kembali ke kamarnya. Dikoridor rumah dia bertemu Ma Jun. “Kau tidak dihukum ayah bukan?aku sudah menduganya, ayah tidak memperlakukanmu seperti anak kecil, ini karena kau sungguh menyedihkan atau ada yang lain?” seru Ma Jun. “Ma Jun apa yang kau katakana”,,”Kau kan kakakku, seharusnya kau membantu adikmu ini” kata Ma Ju kemudian meninggalkan Tak Goo.
Ma Jun masuk kamar, kata2 orang2 disekitarnya membuat dia muak,,(pertama kali pulang rumah yang ditanya sudah makan si Tak Goo, trus Yoo Kyung juga bilang Tak Goo lebih baik dari Ma Jun, hahaha kasian nih anak, jablay).
Yoo kyung berjalan kekantor polisi, ia terhuyung dan jatuh. Yoo kyung babak belur dipukuli ayahnya lagi. “Apa yang terjadi?bukankah kau anaknya bapak Shin??kata polisi. “Paman, selamatkan aku?kata Yoo Kyung lemah dan pingsan.
Polisi pergi ke rumah yoo kyung dan menangkap ayahnya. Ayahnya memberontak” Heii apa yag kau lakukan? Kata ayah Yoo Kyung. “Kau pasti sudah tau, bagaimana bisa kau memukuli anakmu sendiri sampai tangannya patah, kau ini manusia bukan?seru polisi.
Yoo Kyung dirawat dirumah sakit, seseorang mengunjunginya. “Siapa anda? Tanya Yoo Kyung. “Aku kesini untuk membawamu ke panti asuhan, kami akan menjagamu” kata wanita itu.
Yoo Kyung pergi ke kantor pos, ia mengirim surat untuk Tak Goo. Yoo kyung mengingat kejadian ketika ayahnya pingsan, ia mengambil uang yang ada disaku ayahnya (makanya yoo kyung di pukul) yoo kyung tau sepertinya ayahnya terlibat atas hilangnya ibu Tak Goo.
Tak Goo membaca surat Yoo Kyung, isi suratnya : yoo kyung pamitan karena akan pergi jauh, dan dia berharap saat mereka besar mereka akan bertemu kembali. Diakhir suratnya yoo kyung menambahkan bahwa orang yang menculik ibu Tak Goo memiliki tato kincir di lengannya, ia tahu dari ayahnya. Ayahnya juga dibayar manager Han untuk menculik ibu Tak Goo, Tak Goo shock.
Tiba2 manager Han datang dan merebut surat Yoo Kyung, kemudian membaca dan merobeknya. “Apa yang kau lakukan, berikan surat ini padak”. “Manager han apakah benar kau yang menyuruh seseorang menculik ibuku?dimana ibuku sekarang” teriak Tak Goo.”Kau mau dimana ibumu? Tanya manager Han. Tak Goo mengangguk. “lakukan apa yang aku perintahkan” kata manager Han.
liat ekspresinya Tak Goo,,hahha
Tak Goo bertemu presdir di rumah pembuatan kue, “Presdir, apakah kau sudah mencari ibuku? Tanya Tak Goo. “Belum, aku belum menemukannya, jika aku mendapat informasi aku akan memberitahumu, kau jangan khawatir” kata presdir. Tak Goo mengingat kata2 Manager Han
Flasback: “Presdir tidak akan menemukan ibu” kata manager Han.”kenapa?presdir telah berjanji padaku akan menemukannya?”ucap Tak Goo. “Karena nyawa ibumu ada ditanganku, jika kau ingin melihat ibumu maka turuti keinginanku”. “Apa, katakanlah” kata Tak Goo. “Keluarlah dari rumah ini” seru manager Han. Tak Goo terkejut dengan perkataan manager Han.”ini adalah sebuah pilihan, kau lebih memilih presdir atau ibumu, kalau kau memilih presdir maka ibumu akan menjadi mayat”. Flashback selesai.
“Janganlah berpikir terlalu keras untuk masalah ini” kata presdir sambil melihat wajah Tak Goo. (haha ekspresi Tak Goo emng agak aneh banget). “pergilah tidur ini sudah larut, kau bisa kembali pagi2 untuk memulai kelas membuat roti bersamaku”. “Presdir kemarin aku melihat kau melakukan lambaian tangan seperti ini” kata Tak Goo sambil memperagakannya. Presdir tersenyum. “itu adalah caraku untuk mengetahui kelembaban udara, aku mengeceknya dengan tangan, jika roti dibuat saat kelembaban udaranya rendah maka roti akan kering, kalau kelembaban udaranya tinggi maka roti akan lembab, jadi kita mengetahui kapan membuat roti pada waktu yang tepat” jelas presdir. “Ow,,seperti itu..”seru Tak Goo. “Tak Goo, apakah kau tau, kau adalah anak yang special, bagiku kau adalah anak yang sangat istimewa. presdir mendekati Tak Goo dan memegang bahunya. Kemudian meninggalkan Tak Goo. “Ayah maafkan aku” seru Tak Goo.
Nyonya Seo pergi kekamar Ma Jun. “Ma Jun apa yang kau pikirkan?apa kau ingin mengatakan sesuatu pada ibu?..”kakakmu berkata, kalau kau mengira ibu yang menyebabkan nenek meninggal”. “Apa kakak berbicara seperti itu?tanya Ma Jun. Nyonya Seo sedikit terkejut. “Aaapa kau benar berpikiran seperti itu? Tanya Nonya Seo gugup. “Tidak ibu, aku tidak berpikiran seperti itu’ mendengar hal itu Nyonya Seo lega.
Kemudian Nyonya Seo meninggalkan Ma Ju.” Ibu tunggu, Apa aku terlihat seperti pengecut? Tanya Ma Jun, “Siapa yang bilang seperti itu? Tanya Nonya Seo, “Temanku” jawab Ma Jun. “Jangan dengarkan mereka, bagi ibu kau adalah yang terbaik” .”mulai sekarang aku akan melakukan yang terbaik, aku akan lebih baik dari Tak Goo dan aku akan sukses seperti ayah, tunggu dan lihat, akau akan dapat mencapainya” mendengar hal itu nyonya Seo senang sekali dan memeluk Ma Jun.
Malam2 Tak Goo pergi meninggalkan rumah dan menemui manager Han.”Apakah ada orang yang mengetahuimu pergi? Tanya manager Han. Tak Goo menggeleng. “Masuklah dalam mobil” pinta manager Han. “Jika aku masuk mobil apa aku akan bertemu ibu? Tanya Tak Goo. “ya, jangan sekali2 pergi ke pusat perbelanjaan atau menampakkan dirimu lagi”, Tak Goo mengangguk dan masuk dalam mobil. “Ibu tunggu aku, aku akan bertemu denganmu, aku segerta datang”
Seorang kakek tua mendatangi rumah tua dan menggedor2 pintu gerbangnya. Pria dari rumah itu keluar “kakek apa yang kau lakukan ini masih jam 2 pagi” Tanya pria itu kesal. “Aku ingin mengambil kejuku, kau harus membawanya turun” teriak kakek itu. “ini masih sangat pagi, kau bisa kembali fajar nanti” kata pria itu. “Tidak bisa, pokoknya aku harus mengambilnya sekarang”.
Akhirnya pria itu turun membawakan pesanan kakek itu. Pria itu menyarankan agar lain kali kakek menyuruh orang lain yang lebih muda untuk mengambil keju. Kakek itu marah, ia berkata kalau di masih muda.. (wkkw,,kakek berasa muda).
Kakek itu lalu membawa 4 box kejunya, tiba2 ia terhenti dan melihat sebuah mobil yang berhenti dipelabuhan. Ternyata itu adalah Tak Goo.
Sopir yang membawa Tak Goo menyerahkan Tak Goo pada seseorang. “Bawa anak itu dan jangan biarkan ia kembali kekorea” kata sopir itu sambil memberikan sejumlah uang. Orang2 itu lalu melihat Tak Goo. “Mana ibuku? Tanya Tak Goo. “Lakukan apa yang mereka pinta, maka kau akan bertemu ibumu”. Ia kemudian meninggalkan Tak Goo. Sementara itu kakek melihat dari kejauhan.
“Mana ibuku? Tanya Tak Goo. “Hei mengapa kau mencari ibumu disini” kata preman itu. Tak Goo mulai curiga, ia melihat mobil yang membawanya telah pergi. Preman itu membawa Tak Goo, namun Tak Goo memberontak dan akhirnya lari. Tak Goo berlari tanpa tujuan, yang hanya ia pikirkan agar ia tidak tertangkap. Hingga ia menemukan sebuah ruangan kosong, dan masuk kedalamnya. Sementara itu preman yang mengejar Tak Goo telah kehilangan jejaknya.
Dalam ruangan itu dia bertemu kakek tua dan menolongnya untuk bersembunyi. “Hei mengapa kau diam saja? Apa kau takut denganku? Tanya kakek. “tidak, aku sedih karena tidak bertemu ibuku, kalau ibuku tidak bersama mereka, lalu dimana ibuku sekarang” kata Tak Goo menangis.
Ma Jun pergi kerumah pembuatan kue, “Apa yang kau lakukan disini? Tanya presdir. “Aku juga ingin belajar membuat kue” kata Ma Jun mantap, presdir heran dengan perubahan Ma Jun, sementara itu manager Han melihatnya dari jauh dan tersenyum menang.
“Makan lah roti ini, aku tahu ketika orang selesai menangis pasti dia akan merasa lapar” kata kakek. “Terima kasih kek” kata Tak Goo. “Kau sangat sopan sekali” ucap kakek.,
“Kakek apa kau pembuat roti juga?” Tanya Tak Goo. “bagaimana kau bisa tahu?”Tanya kakek. “aku bisa tahu dari baunya”. “Apa, kau bisa tahu hanya dengan baunya? Tanya kakek sedikit terkejut.”Ya, aku pandai dalam mendeteksi aroma yang berbeda, bau kakek dan bau presiden sama” kata Tak Goo.
Setelah memakan rotinya Tak Goo berpamitan “Kau mau kemana? Tanya kakek, aku mau mencari ibuku jawab Tak Goo. “Bagaimana kau bisa mencari ibumu sendirian? Tanya kakek. “Aku harus mencari orang yang pergelangan tangannya terdapat tato kincir angin, aku harus menemukannya pertama kali, dia adalah ibuku, jika anaknya saja tidak berusaha menemukannya lalu siapa lagi” kakek akhirnya menyerah, ia membiarkan Tak Goo pergi.
Tak Goo berpamitan kepada kakek dan berterima kasih telah memberikannya roti. Sebelum pergi Tak Goo bertanya sesuatu “Kakek, ibuku pernah berkata, bahwa orang yang baik akan menang, apa ibuku berkata benar?kakek sudah tinggal lebih lama dari ibuku, jadi kakek pasti tau itu benar atau tidak, apakah orang yang berbelas kalis bisa menaklukkan dunia?”. “Lalu dunia seperti apa yang kau inginkan? Tanya kakek. Tak Goo berpikir. “Aku menginginkan seperti apa yang telah dikatakan ibu” jawab Tak Goo. “Baiklah, buatlah dunia seperti itu”kata kakek. Tak Goo mengerti. “Siapa namamu? Tanya kakek. “Namaku Kim Tak Goo” jawab Tak Goo. Tak Goo kemudian pergi meninggalkan kakek.

12 tahun kemudian

Segerombolan preman membuat keonaran dipasar, mereka mengobak abrik dagangan para penjual. Para penjual dan pembeli ketakukan. Tiba2 datanglah seorang pemuda, dia menghajar preman itu sampai babak belur. Setiap preman yang dihajar, pemuda itu membuka lengan mereka.
Semua preman berkumpul dan mohon ampun.”Hei kalian mengapa tidak hidup lebih baik?jadilah manusia yang baik. Tidakkah kau tau orang yang baik akan menang. Semua yang menonton manggut2,,hahaha. “Jika kalian membuat onar lagi, kalian akan berhadapan denganku” kata Tak Goo.
Tak Goo kemudian pergi, namun berbalik lagi. “Jika kalian menemukan orang yang mempunyai tato kincir angin ditangannya, segera lapor padaku” tega Tak Goo. “Baiklah” kata preman itu. “Namun siapa namamu? Tanya salah satu preman. “namaku adalah KIM TAK GOO” nama itu bukan karena aku pandai bermain tenis meja namun mempunyai arti Tak = tinggi, dan Goo = menyelamatkan. Jadi ingat2lah namaku.
argghh cakep,,,plak dilempar sandal ma aya