Senin, 11 Oktober 2010

[News] Pengalaman Hidup di Korea


Korea University Korea University

beberapa hari ini emang apni gencar banget cari2 beasiswa, wkwkwk...siapa tau ada yang bisa apni coba. sebenernya apni masih penasaran ama studi diluar negeri, berhubung apni itu love korea maka iseng2 cari2 info beasiswa ke sana. gak dapat info eh malah dapat tulisan tentang pengalaman seseorang yang sudah pernah hidup disana. sebenernya udah lama bacanya, tapi gak berniat posting buat chingu2 semua. tapi apni keinget lagi, akhirnya cari lagi. berhubung apni lupa link resminya apni coba googling, akhirnya dapat persis yang apni baca tapi dari link yang berbeda. semoga bermanfaat bagi temen2 yang mau studi disana. *wkwkkw padahal aku juga lum kesana* semoga bisa berlibur ke sana ,,AMIEN...

beberapa pengalaman yang didapat dari studi dikorea sebagai beriku,,cekidot.
  1. Korsel adalah negara yg rakyatnya punya karakteristik ingin maju dan tidak ingin kalah dari yang lain. Mereka saling bersaing berlomba2 bekerja lebih keras daripada yang lain. Dalam bahasa Korea ada sebuah kata yang kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi “envy”. Tetapi kata “iri” ini bermakna positif, bukan negatif. Yaitu, orang yg envy ini akan berusaha sebisanya untuk seperti yang lain. Istilahnya,“kalau dia bisa, kenapa saya tidak?”. Jadi, iklim kompetisi ini yang mendidik saya menjadi orang yg berusaha selalu ingin maju. Sifat yang inilah yang membuat Korsel menjadi negara maju. Karena mereka tidak mau kalah dengan negara lain. Dalam bidang science dan technology, mereka cukup maju di dunia. Dana riset besar-besaran dikucurkan di mana-mana. Mereka yang mengerjakan riset ini, diharuskan menunjukkan bukti sudah terpublikasinya karya ilmiah mereka di penerbitan internasional sehingga cukup dikenal oleh negara-negara lain.
  2. Rakyat Korea punya sifat lain yaitu “hurry hurry” atau “cepat cepat” atau terburu-buru. Walaupun di banyak hal membuat suatu pekerjaan jadi dikerjakan tergesa-gesa, sifat ini membuat segalanya bisa cepat diselesaikan. Public service di Korsel cukup bagus, segalanya bisa diselesaikan dengan cepat. Pengalaman di kantor imigrasi, membuat KTP, urusan bank, mengurus tax return, memesan barang untuk keperluan riset, sampai urusan membuat nomer hp bisa cepat diselesaikan. Saya pribadi jadi punya pendapat “di Korea apa sih yg gak bisa selesai dalam semalam?” Dan berpengaruh pada cara kerja saya yg bisa cepat selesai kalau ada komando mendadak atau emergency.
  3. Sifat lain rakyat Korea adalah “polos” atau “tidak pakai prasangka” ketika mereka mempelajari tentang orang asing. Memang pada dasarnya mereka punya identitas bangsa yang kuat sehingga merasa aneh jika bertemu orang asing, karena adanya perbedaan warna kulit, bentuk badan (misalnya orang Korsel banyak yg langsing sehingga heran melihat orang yg super gemuk), rambut, mata, dll. Semua perbedaan yang terdapat pada diri orang asing, sangat terlihat di mata mereka. Tetapi hal ini diikuti dengan sikap tanpa prasangka mereka. Contohnya kalau beberapa orang barat terpengaruh media yg menggembar gemborkan Islam dan teroris, sehingga jilbab ikut disangkut pautkan, hal ini tidak terjadi pada orang Korsel. Mereka melihat orang Islam sebagai “just another culture” maupun jilbab sebagai “ahh itu kan cuma baju kebudayaan mereka saja.” Jadi, jika orang Korsel bertemu orang2 dari negeri lain, pada awalnya memang mereka akan terheran2 dan menanyakan berbagai macam pertanyaan yg sungguh “polos”, karena mereka tidak biasa hidup bersama orang yg sangat berbeda (lain halnya dengan di Indonesia misalnya, di mana dalam negeri kita sendiri sudah berbeda-beda sekali suku2 dan budaya2nya).
  4. Korsel adalah negeri yg aman. Selain karena tingkat ekonomi yg baik (termasuk salah satu dari 30 negara anggota OECD - lihat oecd.org), rakyat Korsel seperti punya “kacamata kuda”. Keburukannya mungkin kalau ada orang di sekitarnya kenapa-kenapa, dia tidak tahu atau tidak bisa membantu. Tapi kebaikannya, mereka seakan-akan punya kepribadian “tidak suka mengusik milik orang lain.” Pengalaman saya pribadi, belum pernah saya kecurian, kecopetan, kerampokan, atau melihat/mendengar cerita orang lain mengalami hal-hal itu (bisa jadi saya kuper kurang baca koran), mau segimana nyantainya saya letakkan barang2 saya. Pengalaman saya adalah jam 12 malam di stasiun subway sendiri mengejar kereta nyaris terakhir, tidak ada gangguan apa2. Dini hari (jam 2 - 4) pulang dari lab menuju asrama yg terletak di luar pagar kampus, tidak apa2. Lewat tengah malam pulang dari luar kota di terminal bus lalu sambung naik taksi, juga tidak apa2. Oke lah bisa jadi saya beruntung, tapi bisa ditanyakan kepada orang2 Korsel sendiri dan teman2 yg pernah tinggal di sana.
credit : kalenderbeasiswa


Related Post:

5 komentar:

  1. wahhhh kehidupan disana nggak beda jauh ama Jepang ya, tapi yang paling salut yua keamananan 4 jempol dah, coba di indonesia hehehehe

    BalasHapus
  2. kalau diindonesia,,ilang bablas,,kapan kita kesana ya ri,,hehehhe

    BalasHapus
  3. secepatnya tapi nabung dulu ni, nggak cukup2 wkwkwkkw

    BalasHapus
  4. wah.. seperti itu ya mba.. nice share deh.. jadi bulat tekat saya ke Korea..hehe..

    oya mba, kalo mau ke Korea, coba mba ikut aja kontes bikin cerita yang sekarang ada di fesbuknya KTO Indonesia. Nih saya kasih link nya: Korea Tourism Organization Indonesia, hadiahnya tiket gratis ke Korea.. soalnya saya liat postingan mba lumayan menarik, siapa tau menang..hehe ayooo..saya dukung!!

    BalasHapus
  5. @adeline:hehhe,,itu mah ambil dari site kalenderbeasiswa memang pingin banget kesana sih,,oya makasih udah kasih link menarik..

    BalasHapus

Buat teman2 yang dah mampir dan kasih comment makasih ya..